Singapura bisa menjadi negara maju seperti sekarang, semuanya tidak bisa lepas dari jasa Lee Kuan Yew. Lee Kuan Yew adalah Perdana Menteri pertama Singapura, sekaligus yang terlama. Dia menjabat mulai 3 Juni 1959 dan berakhir pada 28 November 1990.
Selama memimpin Singapura, Lee Kuan Yew begitu menggalakkan program penghijauan. Dia ingin Singapura menjadi negara yang hijau dan penuh dengan taman. Lee pun mulai menanam pohon di Singapura pada tahun 1963, sampai di tahun 2011 pun Lee masih menanam pohon, meski usianya sudah terhitung senja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di taman ini ternyata ada satu titik, yang menjadi tempat untuk warga Singapura mengenang jasa-jasa Lee Kuan Yew semasa hidup. Titik itu berupa sebuah pohon dan sebuah plakat yang berisi keterangan tentang pohon tersebut. Pemandu kami, Candice Chua pun menceritakan sejarah tentang tempat ini.
"Inilah Pohon Tembusu, yang ditanam untuk mengenang kepergian Bapak Pendiri Bangsa kami, Mr Lee Kuan Yew. Yang menanam pohon ini adalah Perdana Menteri kami, Mr Lee Hsien Loong, yang juga merupakan putra pertama Beliau," terang Candice.
Candice saat memberikan penjelasan tentang Pohon Tembusu (Wahyu/detikTravel) |
Kepergian Lee di usia 91 tahun, 23 Maret 2015 silam, memang meninggalkan duka yang mendalam bagi bangsa Singapura. Banyak warga Singapura yang menangis ketika mengantarkan kepergiannya. Bahkan, Pemerintah Singapura menyatakan Masa Berkabung Nasional dari tanggal 23-29 Maret 2015, untuk mengenang kepergian Lee.
Dari plakat yang tertera, Pohon Kenangan Lee Kuan Yew ini ditanam pada tanggal 25 April 2015, oleh PM Lee Hsien Loong bersama dengan komunitas warga Tanjong Pagar. Lee Kuan Yew memang diketahui memulai karier politiknya dengan mewakili wilayah Tanjong Pagar.
Yang spesial dari plakat ini adalah, adanya hiasan berupa bulatan manik-manik yang berada di sekelilingnya. "Manik-manik ini terbuat dari kelopak bunga yang sama, dengan yang ditaburkan oleh warga Singapura selama Masa Berkabung Nasional," jelas Candice.
Pohon Tembusu sengaja ditanam karena pohon bernama ilmiah Fagraea fragans ini, diketahui sebagai pohon favorit Lee Kuan Yew. Lee pertama kali menanam pohon ini di tahun 1973 saat Perayaan Hari Menanam Pohon Nasional.
Menurut Lee, pohon Tembusu yang rindang, berbau harum dan selalu hijau ini mencerminkan negeri Singapura yang memberikan keteduhan dan keindahan, bagi penduduk maupun pendatang di tahun-tahun yang akan datang.
Meski sudah berada di alam kedamaian, mimpi Lee pun sekarang terwujud. Singapura kini menjadi negara yang sesuai dengan visinya, 'Kota yang berada di dalam Taman', sehingga sangat nyaman untuk ditinggali dan dikunjungi wisatawan.
Cara ke sana:
Traveler yang kebetulan sedang liburan ke Singapura, bisa juga melihat Lee Kuan Yew Memorial Tree ini di Duxton Plain Park. Untuk menju ke taman ini, traveler cukup berjalan kaki selama kurang lebih 10 menit dari Stasiun MRT Tanjong Pagar atau dari Chinatown.
Plakat berisi keterangan tentang Pohon Tembusu (Wahyu/detikTravel) |












































Candice saat memberikan penjelasan tentang Pohon Tembusu (Wahyu/detikTravel)
Plakat berisi keterangan tentang Pohon Tembusu (Wahyu/detikTravel)
Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica