Dilansir dari CNN Travel, Senin (15/8/2016) Hari Gunung di Jepang pertama kali dideklarasikan pada tahun 2014 silam. Kala itu, para pecinta alam di Jepang baik secara organisasi umum atau di universitas hingga di sekolah mendesak pemerintah Jepang untuk menetapkan Hari Gunung. Padahal soal peringatan Hari Gunung, sebenarnya sudah jatuh tiap tanggal 11 Desember.
Oleh pemerintah Jepang, ditetapkanlah Hari Gunung jatuh pada tanggal 11 Agustus. Dalam perayaan Hari Gunung, penduduk Negeri Sakura diminta untuk lebih menjaga dan merawat alam. Sekaligus menjadi pengingat, bahwa Jepang punya banyak sekali gunung-gunung cantik yang harus dijaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nipesotsu, rangkaian pegunungan yang cantik di Hokkaido (JNTO/CNN Travel)
Alasannya adalah, dalam perayaan Hari Gunung, masyarakat Jepang dianjurkan untuk jalan-jalan ke gunung. Tujuannya agar pikiran kembali segar dengan menghirup udara yang bersih, memandangi hutan-hutan hijau yang meneduhkan pandangan serta menikmati suasan yang tenang. Badan juga lebih sehat, karena berkeringat saat trekking.
Hari Gunung di Jepang pun seolah menjadi obat stress. Satu tahun dalam sehari, orang-orang Jepang khususnya yang benar-benar gila bekerja akan 'kembali ke alam'. Untuk akses ke tiap gunung di Jepang, pemerintah pun sudah memberikan jalan yang mulus atau fasilitas berupa kereta gantung.
Kalau dicontoh Indonesia, bisa tidak ya?
(aff/fay)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong