Letak Osaka yang berada di Teluk Osaka, Pulau Honshu menjadikannya kota industri dan pelabuhan yang cukup sibuk. Osaka juga merupakan kota berpenduduk terbesar ketiga di Jepang. Orang-orang berlalu lalang di pusat-pusat perbelanjaan atau bersesakan di subway.
Pada tanggal 9 sampai 12 Februari 2017, detikTravel mendapat kesempatan mengunjungi Osaka dalam rangka peluncuran rute baru AirAsia X dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Honolulu, Hawaii, melalui Osaka. Melihat kontur kota Osaka memang tak ubahnya seperti kota metropolitan di wilayah Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak gedung pencakar langit seperti Tokyo (Dhani/detikTravel) |
Ketika siang hari, matahari tampak bersinar meski tidak terlalu memancar. Jangan salah, meski matahari bersinar tetapi suhu di Osaka bisa mencapai -1 derajat Celcius. Saat itu, sekitar pukul 09.00 waktu setempat, suhu berada di titip 2 derajat Celcius.
Perbedaan waktu antara Osaka dan Jakarta sekitar 2 jam, lebih cepat di Osaka. Namun matahari terbenam hampir sama seperti di Jakarta yaitu sekitar pukul 18.00 waktu setempat.
Pemandangannya makin indah di kala malam (Dhani/detikTravel) |
Namun jangan lupa memakai baju tebal, karena suhu di malam hari bisa di bawah 0 derajat Celcius.
Cantik dan penuh kelap-kelip lampu (Dhani/detikTravel) |











































Banyak gedung pencakar langit seperti Tokyo (Dhani/detikTravel)
Pemandangannya makin indah di kala malam (Dhani/detikTravel)
Cantik dan penuh kelap-kelip lampu (Dhani/detikTravel)