Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 20 Jul 2017 08:35 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Suasana Pagi Nan Romantis dari Otaru, Jepang

Baban Gandapurnama
Redaksi Travel
Suasana pagi nan romantis dari Kota Otaru, Jepang (Baban/detikTravel)
Suasana pagi nan romantis dari Kota Otaru, Jepang (Baban/detikTravel)
Otaru - Kota Otaru di Hokkaido, Jepang menawarkan suasana pagi nan romantis untuk dinikmati traveler. Seperti enggan pulang begitu menginjakkan kaki di sini.

Warga dan wisatawan berbaur menyusur salah satu ikon tersohor Kota Otaru, Hokkaido, Jepang. Senyum merekah menghiasi rona turis saat menikmati kecantikan kota yang memiliki luas 243,65 kilometer persegi. Spot wisata dengan suguhan pemandangan elok ini begitu melekat dengan balutan romantis. Kanal Otaru, namanya.

Pagi cerah, pukul 09.00 waktu setempat, udara sejuk menyergap kota berpenduduk 12.540 jiwa ini. Perbedaan waktu di daerah ini dua jam lebih awal dari Jakarta. Kota Otaru terletak di barat laut Sapporo dan menghadap Teluk Ishikari

"Ohayou gozaimasu (selamat pagi) di Otaru. Cuaca di sini seperti di Lembang (Bandung, Jawa Barat)," ucap Sasayama Michiko yang memandu rombongan media trip Indonesia yang digelar Jepang National Tourism Organization (JNTO), Rabu (19/7/2017).

Inilah Kanal Otaru yang cukup bersejarah di Jepang (Baban/detikTravel)Inilah Kanal Otaru yang cukup bersejarah di Jepang (Baban/detikTravel)


Zaman dulu, kawasan Otaru Ungga atau Kanal Otaru merupakan jalur air untuk lalu lintas utama distribusi barang. Kapal induk yang bongkar pasang muatan seliweran silih berganti melintasi kanal. Tempat ini terhubung dengan Pelabuhan Otaru yang menjadi akses masuk Hokkaido.

Namun, denyut ekonomi di Otaru meredup seiring bergulirnya roda waktu. Setelah itu, ada rencana mereklamasi kanal air ini, tapi gelombang protes muncul agar tempat tersebut harus dipertahankan. Gerakan menola reklamasi tak behasil. Kanal Otaru semula lebarnya 40 meter direklamasi menjadi 20 meter, kemudian dibangun jalur lalu lintas kendaraan. Panjang kanalnya mencapai 1.140 meter.

"Kapal-kapal yang antar ikan sudah tidak sebanyak dulu lagi. Sekarang hanya sedikit kapal yang masih melewati kanal ini," ujar Michiko yang fasih bahasa Indonsia.

Suasananya tenang, dan damai (Baban/detikTravel)Suasananya tenang, dan damai (Baban/detikTravel)


Lantaran bersejarah, keberadaan kanal yang tersisa ini dipoles sedemikian rupa sehingga menjadi destinasi wisata andalan di Pulau Hakkaido. Sepanjang pinggir kanal air terbentang zona pedestrian berlantai batu. Sejumlah pelukis dan perajin mainan mangkal di lokasi ini.

"Banyak turis yang datang ke sini menikmati suasana keindahan kanal Otaru. Mereka begitu senang berfoto-foto," ujar Michiko.

Guna mengenang masa lampau, terdapat relief yang menggambarkan sejarah kanal Otaru. Sekeliling kanal air tertata rapi, terawat dan bersih. Sesekali kapal melewati kanal. Mayoritas bangunan antik berupa gudang berbahan batu beralih fungsi menjadi restoran dan sarana wisata. Suasana klasik ini tetap dipertahankan. Pesona tersebut mampu membetot perhatian wisatawan.

"Wisatawan memilih keramaian dengan suasana tempo dulu. Pemandangannya bagus. Berjejer bangunan-bangunan gaya barat. Kanal Otaru ini dikenal orang Jepang sebagai tempat romantis," tutur Michiko.
 Bagi orang Jepang, Kanal Otaru dikenal sebagai tempat romantis (Baban/detikTravel) Bagi orang Jepang, Kanal Otaru dikenal sebagai tempat romantis (Baban/detikTravel)

Kanal Otaru bisa ditempuh sekitar 1,5 jam menggunakan kendaraan dari Bandara Chitose. Kota Otaru asal mulanya dari penyebutan Otarunai atau artinya sungai di dalam pasir. Masyarakat di wilayah ini dapat menikmati empat musim terdiri musim semi, panas, gugur, dan salju.

Pesona Kota Otaru dipromosikan ke dalam dan luar negeri Jepang. Dalam setahun, 7 juta lebih wisatawan berkunjung ke Otaru yang lahir pada 1869. Michiko menyebut, mayoritas wisatawan mancanegara yang menyambangi Otaru asal Asia.

"Di antaranya dari Thailand, Taiwan, Malaysia, dan Indonesia," tutup Michiko. (bbn/wsw)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED