Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Okt 2017 08:20 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Tradisi Nikah Suku Miao di China, Pengantin Berhias Perak

Johanes Randy Prakoso
Redaksi Travel
Pengantin etnis Miao di China yang memakai atribut serba perak (BBC Travel)
Pengantin etnis Miao di China yang memakai atribut serba perak (BBC Travel)
Nanjing - Umumnya perak hanya menjadi perhiasan bagi kaum hawa. Namun bagi wanita etnis Miao di China, perak jadi syarat utama untuk menikah.

Menyebut etnis minoritas Miao yang tinggal di pegunungan Provinsi Guizhou, tidak lepas dari budaya pengrajin perak. Bedanya, perak menjadi bagian yang tak terpisahkan dari etnis Miao.

Dilansir detikTravel dari BBC, Kamis (19/10/2017) perak juga memegang peranan vital dalam hidup wanita dari etnis Miao. Terutama untuk urusan pernikahan.

Sejak dari umur tujuh tahun, wanita etnis Miao pun sudah dibekali dengan keterampilan untuk membuat pakaian dengan motif yang kompleks. Bagi wanita yang sudah lebih tua, malah diwajibkan memakai kalung dan perhiasan perak yang boleh dibilang cukup berat.

Perempuan jadi bagian penting bagi perempuan etnis Miao (BBC Travel)Perempuan jadi bagian penting bagi perempuan etnis Miao (BBC Travel)


Begitu pentingnya peran perak dalam budaya wanita etnis Miao. Bahkan ada pepatah kuno Miao yang mengatakan, perempuan bukanlah perempuan tanpa perak.

Salah satu wanita dari etnis Miao yang bernama Guanghui Wu atau akrab disapa Wu juga membagikan ceritanya saat menikah. Kala itu ia bahkan sampai mengenakan aksesori perak di kepala dan bahunya dengan total berat hingga 10 Kg!

"Setiap perempuan harus memiliki satu set perak untuk menikah," ujar Wu.

Tidak sedikit juga keluarga dari etnis Miao yang beranggapan, kalau anak perempuan mereka tidak bisa menikah jika belum memiliki satu set pakaian perak. Bahkan setiap keluarga rela menabung hingga 10 tahun untuk mempersiapkan perak dan hari pernikahan.

Selain menjadi mahar utama untuk menikah, perak juga menjadi lambang gengsi dan status bagi sang wanita dan keluarganya.

"Kamu bisa melihat kekayaan sebuah keluarga dari perak yang anak perempuan mereka kenakan," tambah Wu.

Wu dan keluarganya pun dikenal sebagai pembuat perak selama tiga generasi. Ayah Wu yang berprofesi sebagai pengrajin perak pun berasal dari Hongxi yang dikenal sebagai desa pembuat perak sejak 100 tahun silam.

Budaya membuat perak telah mengakar daging bagi etnis Miao (BBC Travel)Budaya membuat perak telah mengakar daging bagi etnis Miao (BBC Travel)


Namun tidak hanya jadi bagian budaya dan mahar kawin, aneka kerajikan perak juga dibuat oleh Wu secara manual dan dijual di pasar sekitar. Lumayan lah untuk mencari tambahan dana demi keberlangsungan hidup.

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi, tradisi membuat perak ini pun mulai ditinggalkan oleh para penghuni desa dan masyarakatnya. Walau begitu, Wu tetap ingin memepertahankn toko dan budayanya tersebut. Semoga saja budaya unik ini bisa terus bertahan dan dilestarikan. (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Ketika 'Aquaman' Liburan

Rabu, 22 Nov 2017 22:55 WIB

Nama Jason Momoa naik daun setelah menjadi karakter Aquman di film Justice League. Di balik tampang sangarnya, aktor kelahiran Hawaii ini juga suka liburan.