Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 19 Okt 2017 09:20 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Tradisi Nikah di Guizhou, China: Tarik-tarikan Ayam Hidup

Bona
Redaksi Travel
Ritual tarik-tarikan ayam supaya dapat jodoh (Tyrone Siu/Reuters)
Ritual tarik-tarikan ayam supaya dapat jodoh (Tyrone Siu/Reuters)
Guiyang - Bertualang ke pedalaman China, traveler bisa menjumpai banyak tradisi pernikahan yang unik. Di Guizhou, calon pengantin harus tarik-tarikan ayam hidup.

Selalu ada hal unik kalau bicara tradisi pernikahan. Beberapa negara punya budaya yang unik dalam urusan jodoh. Salah satunya China.

Diintip detikTravel dari Reuters, Kamis (19/10/2017), China punya tradisi pernikahan yang bukan saja unik tapi juga ekstrem. Muda-mudi yang mau dapat jodoh dan menikah harus tarik-tarikan ayam hidup.

Tradisi ini telah berlangsung sejak 500 tahun yang lalu di Provinsi Guizhou, China. Ritual ini dikenal dengan nama 'steal the chicken at the drum tower' yang diartikan mencuri ayam dari menara.

Tradisi Nikah di Guizhou, China: Tarik-tarikan Ayam HidupWarga akan mengelilingi muda-mudi yang menarik ayam (Tyrone SIu/Reuters)

Ritual ini melibatkan calon mempelai pria yang nantinya akan bersaing berebut ayam yang diletakan di puncak menara oleh calon mempelai perempuan.

Ada cerita menarik di balik tradisi ini. Awalnya, ketika seorang pengantin wanita menolak menikah dengan sepupunya karena dia mencintai laki-laki lain. Maka pihak keluarga memutuskan jika dia ingin menikah dengan pihak luar, mereka berdua harus bersaing.

Pria luar desa dan sepupu sang pengantin harus bersaing menjadi orang pertama yang memotong atau memutus leher ayam atau bebek. Ayam atau bebek ini nanti akan diletakan langsung oleh pengantin di suatu tempat. Bagi pria yang berhasil memutuskan kepala ayam dan membawanya ke hadapan pengantin, dia lah yang berhak menikah dengan si perempuan.

Saat ini, bukan lagi antar dua pria yang menarik ayam. Melainkan, ayam akan ditahan oleh wanita beramai-ramai untuk melawan beberapa pria. Ayam akan digantung di satu tiang, lalu para pria harus kuat menariknya. Para perempuan pun akan menggunakan pakaian berwarna warni dengan riasan tebal, untuk terlihat semenarik mungkin.

Tradisi Nikah di Guizhou, China: Tarik-tarikan Ayam HidupMempelai pria menyapa mempelai wanita (Tyrone Siu/Reuters)

Keseruan dan sorak-sorai penduduk terlihat tatkala ayam telah diletakan. Para pemuda yang ingin mendapatkan pujaan hatinya akan bersaing sekuat tenaga berebut ayam dan memutuskan kepalanya.

Tradisi ini sempat dihentikan karena semakin berkembangnya zaman dan berubahnya gaya dalam mencari jodoh dan pernikahan. Pada tahun 1990-an tradisi ini kembali dihidupkan dan dimodifikasi sesuai kebutuhan masyarakat dan wisatawan.

Tahun 2009, beberapa lembaga-lembaga kemanusiaan dan organisasi pelindung satwa sudah angkat suara untuk menentang tradisi ini. Namun, dari pemerintah China belum ada tindakan tegas.

"China tidak memiliki undang-undang yang komprehensif untuk memastikan kesejahteraan hewan atau undang-undang anti-kekejaman untuk melindungi hewan," kata Peter Li, penasehat kebijakan China untuk Humane Society International.

Berdandan sebelum tradisi tarik ayam (Tyrone Siu/Reuters)Berdandan sebelum tradisi tarik ayam (Tyrone Siu/Reuters)
(bnl/fay)
BERITA TERKAIT
Load Komentar ...
NEWS FEED
Laporan dari Korea Selatan

Pulau Jeju dan Bali Ternyata 'Bersaudara'

Selasa, 21 Nov 2017 12:10 WIB

Pulau Jeju di Korea Selatan dan Bali punya banyak kesamaan. Keduanya memiliki wisata alam yang indah, makanan khas yang nikmat, juga keramahan para penduduknya.