Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 15 Nov 2017 12:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Merasakan Kereta Gantung Terpanjang di Dunia

Danu Damarjati
Redaksi Travel
Foto: (Danu Damarjati/detikTravel)
Foto: (Danu Damarjati/detikTravel)
Da Nang - Jika datang ke Vietnam, jangan lupa menjajal kereta gantung terpanjang di dunia ya. Anda akan dibawa melintasi rimba belantara, sungai, dan air terjun.

Ini adalah atraksi wisata Ba Na Hills, alias Perbukitan Ba Na, 42 km dari Da Nang, Republik Sosialis Vietnam. Pada Minggu (12/11/2017), detikTravel menjajal gerbong bergelantungan pada kabel itu seusai gelaran APEC.

Tempat wisatanya cukup mudah diakses dari pusat kota, sekitar sejam. Kami selalu melewati jalan aspal mulus di sini. Spanduk-spanduk hajatan Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik itu masih ada di berbagai sudut kota.

Hari Minggu saat kami berkunjung, parkiran yang luas di tempat wisata ini terlihat cukup lengang. Pepohonan yang ada di parkiran juga belum sepenuhnya tumbuh.

 Merasakan Kereta Gantung Terpanjang di DuniaFoto: Danu/detikTravel


Bagian depan dari Ba Na Hills adalah gerbang berbentuk benteng tinggi dikelilingi parit. Arsitekturnya mengingatkan pada Kota Terlarang di Cina.

Tiket per orang seharga 650 ribu Dong atau sekitar 390 ribu Rupiah. Kami berangkat menuju stasiun kereta gantung untuk segera naik ke atas bukit.

Jarak antara pembelian tiket dengan stasiun keberangkatan kereta gantung sekitar 800 meter. Kami tidak berjalan kaki untuk ke stasiun, melainkan menaiki mobil golf yang disopiri pria bercaping.

Antrean sudah terbentuk menuju gerbong-gerbong 'cable car'. Tertulis di layar monitor, kapasitas per gerbong kereta gantung adalah 10 sampai 12 orang. Ternyata gerbong kotak ini muat cukup banyak juga. Maka masuklah kami.

Danu/detikTravelDanu/detikTravel Foto: undefined

Bangku di dalam gerbong ini ada dua, bentuknya panjang dan saling berhadap-hadapan, namun jaraknya cukup bisa ditoleransi, dengkul saya dengan dengkul orang di depan saya tak sampai beradu.

Gerbong ini berdinding kaca bening, sehingga penumpang tak terhalang melihat pemandangan. Ada lubang ventilasi udara. Kami melihat pula gerbong lain yang berjendela teralis besi.

Maka berayunlah kereta gantung ini. Kereta melaju melalui kabel baja yang disangga oleh pilar-pilar yang mencuat dari rimbunnya hutan. Tinggi semakin tinggi, bila menanjak maka gerbong akan sedikit terhuyung.

Rekan saya yang takut akan ketinggian nampak diam saja, tak terlalu banyak bergerak. Bercandapun dia segan. Rekan satu lagi, orang Vietnam, malah dilanda pusing kepala, pendengarannya juga agak terpengaruh gara-gara perbedaan tekanan udara di ketinggian.

Danu/detikTravelDanu/detikTravel

Memang kereta gantung ini tinggi sekali bila diukur dari permukaan tanah. Rasa ngeri adalah hal yang wajar saja. Namun sebagian besar nampak menikmati ini. Kamera di ponsel pintar masing-masing selalu aktif merekam setiap momen. Memori internal 16 GB di ponsel rasa-rasanya tak akan cukup mengakomodasi keindahan di sini.

Saya masih ingat betul terik matahari sebelum naik kereta gantung tadi. Rasanya tak jauh beda seperti siang hari terik di Jakarta. Namun kini permukaan semakin tinggi, udara menjadi semakin sejuk. Padahal ini adalah siang hari.

Dari ketinggian, kami melihat pohon-pohon yang menjulang ada di bawah. Entah jenis apa pohon-pohon itu, namun yang jelas pohon itu cukup rapat satu sama lain.

Nampak ada air terjun yang sepertinya tak terlalu besar. Tapi begitu kereta gantung semakin memangkas jarak, jelas sekali bukan air terjun itu yang tak terlalu besar, tapi kamilah yang kecil. Air terjun itu tingginya mencapai kurang lebih 200 meter, mungkin juga lebih.

 Merasakan Kereta Gantung Terpanjang di DuniaFoto: Danu/detikTravel

Di bawahnya ada sungai deras dengan batu-batu yang besar. Dari atas, tak nampak ada manusia di bawah sana. Kereta terus melaju menanjak, membawa kami lebih tinggi lagi. Nampak pula di puncak bukit, patung Buddha raksasa berwarna putih, dalam pose sedang bermeditasi. Di situlah Pagoda Linh Ung berlokasi.

Cukup lama kami berada di perjalanan kereta gantung ini, yakni sekitar 20 menit. Rekan-rekan yang sering berpergian ke luar negeri menyatakan belum pernah merasakan perjalanan kereta gantung dengan jarak sepanjang ini.

Sampailah kami di terminal kedatangan. Ada tulisan "Gare de L'Indochine" di gerbang kedatangan kereta. Kami turun dan berjalan-jalan di puncak pegunungan ini.

Ternyata di sini, pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, ada semacam kota. Arsitekturnya impresif, meniru bangunan-bangunan Eropa Abad Pertengahan, Abad 18 atau 19. Entah itu arsitektur gaya Gothic, Georgian, atau Victorian, yang jelas suasananya memungkinkan teman-teman Instagram Anda salah mengira Anda sedang berada di Prancis, Jerman, Inggris atau belahan Eropa lainnya. Padahal ini adalah Vietnam, Asia Tenggara.


Bukan cuma arsitektur bangunannya saja yang 'bule', tapi di sini juga banyak bule betulan. Bule-bule ini bukan hanya menjadi turis, tapi mereka juga melakukan pertunjukan jalanan. Ada yang bermain musik, berkostum bajak laut, pahlawan komik, atau berjalan dengan egrang. Suhu yang sejuk memungkinkan mereka berkostum aneh-aneh tanpa harus merasa terlalu gerah oleh iklim tropis.

Di kota puncak bukit ini, banyak orang yang menikmati suasana. Dari berfoto-foto, makan, hingga membaca buku. Bisa juga belanja suvenir.

Ada restoran Arapang yang menyediakan menu prasmanan, harganya 195 ribu Dong atau sekitar Rp 116 ribu. Di masing-masing tempat makanannya, ada keterangan nama makanannya, sehingga orang yang tidak memakan bahan tertentu bisa menghindarinya berkat keterangan nama makanan di situ.

Kami pulang di pengujung siang. Kabut menyergap gerbong-gerbong kereta gantung. Kereta tetap melaju mengantarkan para penumpang turun.

Di tempat terminal kedatangan dipampang keterangan bahwa sistem kereta gantung ini punya gengsi tingkat dunia. Ada sertifikat Guinness World Records yang menetapkan bahwa kereta Gantung Ba Na Hills adalah yang terpanjang di dunia.

"Rekor untuk kereta gantung non-stop terpanjang adalah 5.042,62 meter dan telah diraih oleh Ba Na Cable Car Service Joint Stock Company Vietnam, di perbukitan Ba Na, Kota Da Nang, pada 25 Maret 2009.

Bukan hanya yang terpanjang, namun kereta gantung ini juga menjadi yang tertinggi di dunia berdasarkan rekor Guinness. Rekor itu dicatatkan kereta gantug pada tanggal yang sama. Tinggi kereta gantung ini adalah 1.291, 81 meter.

Di tengah dua sertifikat ini dipampangkan kabel yang menjadi tempat bergantung gerbong-gerbong kereta. Kabel baja itu setebal empat kali jempol orang dewasa.

Dalam situs resmi Sun World Ba Na Hills, dituliskan sistem kereta gantung di sini terdiri dari tiga jalur, yakni Mo Stream-Ba Na, Debay-Morin, Toc Tien Waterfall-L'Indochine. Total ada 201 gerbong dengan kapasitas total 3 ribu pengunjung per jam.

Kereta gantung di sini dibuka untuk umum pada 29 Maret 2013. Ada resor-resor di Ba Na Hills, warisan kolonial Prancis dari tahun 1919.

Kira-kira adakah tempat wisata di Indonesia yang serupa dengan Ba Na Hills? Atau barangkali kereta gantung seperti ini cocok dibangun di mana di Indonesia? (msl/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Melihat Liburannya 'Superman'

Selasa, 21 Nov 2017 23:44 WIB

Henry Cavill, pemeran Superman ternyata suka traveling. Di sela kesibukannya main film, dia menyempatkan berkunjung ke beberapa negara. Begini gayanya.