Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 30 Jan 2018 17:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kisah Bruno Mars yang Orang Jarang Tahu: Tinggal di Taman Burung

Kurnia Yustiana
detikTravel
Foto: Bruno Mars meraih 7 piala Grammy Awards (Kevin Winter/Getty Images for NARAS)
Foto: Bruno Mars meraih 7 piala Grammy Awards (Kevin Winter/Getty Images for NARAS)
Honolulu - Bruno Mars berhasil meraih 7 piala Grammy Awards 2018. Di balik gemerlap karirnya saat ini, dulu ia pernah hidup susah hingga harus tinggal di taman burung Hawaii.

Bruno Mars lahir dan tumbuh besar di Hawaii, Amerika Serikat. Pelantun '24K Magic' ini pernah mengalami masa kecil dalam kemiskinan sejak orangtuanya bercerai saat ia berusia 12 tahun. Hal ini pernah diungkapkan kepada jurnalis Lara Logan tahun 2016 lalu dalam acara 60 Minutes yang tayang di CBS, seperti ditengok detikTravel dari situs CBS News, Selasa (30/1/2018).

Ayahnya berusaha mencari tempat yang bisa ditinggali Bruno Mars dan saudara laki-lakinya. Sejumlah tempat pernah mereka singgahi, salah satunya adalah tempat tinggal di Pradise Park, taman rekreasi bertema alam berikut taman burung yang ada di Lembah Manoa, Oahu, Hawaii.

Paradise Park ini dibuka pada tahun 1960an, dan menarik banyak turis dan anak-anak sekolah untuk melihat aneka burung eksotis dan taman-taman yang cantik. Ditambahkan pula adanya pameran bertema dinosaurus dan labirin.

Ayah Bruno Mars bekerja di Paradise Park itu, lalu pemilik taman burung menyediakan tempat tinggal di area tempat wisata yang cukup digemari turis ini. Hingga sekitar tahun 1994, Paradise Park tutup, tak lagi beroperasi untuk wisatawan.

Akhirnya Bruno Mars dan keluarga kecilnya pindah ke sebuah ruangan di taman yang diabaikan itu. Mereka tinggal di sana selama lebih dari 2 tahun.

Paradise Park yang terbengkalai (Abandoned Oahu/Youtuber)Paradise Park yang terbengkalai (Abandoned Oahu/Youtuber)
Bertahun-tahun berlalu setelah Bruno Mars tak lagi tinggal di sana, ruangan itu dibiarkan terbengkalai. Dindingnya berlumut dan sisi bawahnya ditumbuhi tanaman liar. Untuk Paradise Park sendiri, pernah ada wacana untuk membukanya kembali sebagai destinasi wisata.

Dilansir dari Hawaii News Now, pemilik Paradise Park mengajukan ide untuk membuat taman ini sebagai pusat kebudayaan Hawaii untuk tarian hula dan musik. Ini masih dalam proses untuk diwujudkan.

Walau begitu, selama Paradise Park tutup, masih ada traveler yang datang ke area tersebut karena menjadi jalur trekking ke Air Terjun Manoa. Pengunjungnya bisa mencapai 100 ribu orang per tahun. Untuk memfasilitasi para traveler ini pun di taman dibuka sebuah toko snack, toilet dan area parkir. (krn/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA