Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Mar 2018 19:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Jejak-jejak Kaki Dewa di Pedalaman Afrika

Kurnia Yustiana
detikTravel
Lingkaran-lingkaran misterius di Namibia (Stephan Getzin/BBC)
Windhoek - Padang nan luas di pedalaman Namibia, Afrika menampilkan lingkaran-lingkaran misterius. Diyakini, lingkaran tersebut dikenal sebagai jejak kaki para dewa.

Pedalaman Afrika memang menampilkan beragam keunikan alam. Termasuk yang misterius seperti lingkaran-lingkaran yang dikelilingi rerumputan di gurun pedalaman Namibia. Besarnya beragam, untuk diameternya sendiri mencapai sekitar 2-15 meter.

Di sisi dalamnya, tidak ditumbuhi rumput atau tanaman apapun. Fenomena ini tak hanya ada di Namibia, tapi juga Angola, Afrika Selatan bahkan Australia.



Kalau dilihat dari ketinggian, lingkaran tersebut membuat seperti pola polkadot di gurun. Ditengok detikTravel dari BBC, Senin (19/3/2018), wisatawan bisa menjumpai lingkaran misterius ini di kawasan sepanjang sepanjang 1.800 km. Jaraknya ratusan kilometer dari desa terdekat.

Suku Himba yang tinggal di desa tersebut sudah akrab dengan lingkaran ini. Kabarnya bentuk aneh di gurun itu sudah ada sejak berabad-abad lalu, dan ada beragam spekulasi terkait asal muasalnya.

Tidak ada tanaman yang tumbuh di dalam lingkaran (Stephan Getzin/BBC)Tidak ada tanaman yang tumbuh di dalam lingkaran (Stephan Getzin/BBC)
Mitos yang beredar di kalangan Suku Himba menyebut bahwa ada naga yang tinggal di bawah permukaan tanah. Nafas naga itu membakar rumput di atasnya sampai gundul membentuk lingkaran. Ada pula yang beranggapan kalau lingkaran tersebut adalah jejak kaki para dewa.

Sementara itu, ilmuwan pun masih meneliti sebenarnya apa penyebab utama terbentuknya lingkaran dengan rumput di sekelilingnya ini. Profesor biologi dari Universitas Hamburg Jerman German misalnya, Norbert Juergens, mengatakan lingkaran ini akibat ulah rayap tanah Psammotermes allocerus.

Namun dugaan Juergens dibantah pakar biologi dari Florida State University, Walter R Tschinkel. Tschinkel tidak merasa menemukan rayap ini di lokasi yang sama.

Seperti diberitakan Guardian, sekitar tahun 2017 lalu para ahli ekologi dari Universitas Princeton juga mencari tahu asal muasal lingkaran yang katanya jejak kaki para dewa itu, menggunakan simulasi di komputer.

Mereka membuat beberapa simulasi untuk meniru dampak dari adanya rayap yang membangun koloni di bawah tanah terhadap bentuk rumput yang tumbuh menyeruak di permukaan tanah. Pada salah satu simulasinya, lingkaran yang mirip seperti di gurun Namibia muncul, seiring rayap digital melakukan aktivitasnya.

Namun polanya jadi berbeda setelah kemudian muncul rerumputan di antara lingkaran misterius itu. Para ahli ini pun datang ke Namibia untuk mengecek langsung dan mengambil foto apakah pola yang ada di simulasi komputer sungguhan muncul di sini.

Pastinya, seperti apa asal muasal terbentuknya lingkaran misterius itu masih terus diteliti. Namun tentu saja traveler bisa menikmati keajaiban ini kapan saja saat traveling ke Namibia. Berbagai sisinya tampak fotogenik untuk diabadikan dalam kamera.

Fenomena yang dikenal sebagai Jejak Kaki Dewa (Stephan Getzin/BBC)Fenomena yang dikenal sebagai Jejak Kaki Dewa (Stephan Getzin/BBC)
(bnl/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA