Siapa bilang China hanya tentang Tembok Besar-nya saja? Banyak tradisi yang mesti traveler ketahui. Salah satunya kebiasaan masyarakat berburu dengan busur di wilayah perbatasan China.
Dilansir detikTravel dari Reuters, Senin (30/4/2018) tradisi panahan ini ada di Lushui, wilayah pegunungan Nujiang Prefecture yang menjadi perbatasan China dan Myanmar. Di sini hiduplah masyarakat bermarga Zhang yang bertahan hidup dengan berburu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Busur crossbow yang digunakan berburu oleh orang-orang Lushui (Aly Song/Reuters) |
Masyarakat wilayah ini sudah mengenal dan hidup dengan memanah dengan busur crossbrow semenjak tahun 200 SM. Jadi jika traveler berkunjung ke sini dan melihat orang-orang lalu lalang membawa senjata dan busur, jangan kaget. Begitulah kehidupan di Lushui.
Biasanya para laki-laki Lushui berburu hewan pengerat, beruang dan babi hutan. Terkadang mereka juga berburu burung untuk berolahraga.
(Aly Song/Reuters) |
Uniknya lagi, di sini terdapat asosiasi yang mengawasi kegiatan membusur di desa ini. Walau busur sudah menjadi darah daging, tetap saja orang yang memegang senjata ini harus mempunyai lisensi terdahulu.
Namun sayang, kegiatan inih semakin tidak diminati lagi oleh para pemuda. Mereka lebih memilih untuk merantau ke kota mencari kehidupan lebih baik.
(Aly Song/Reuters) Foto: undefined |
Beragam cara dilakukan asosiasi busur untuk menarik lagi minat laki-laki untuk memanah. Salah satunya dengan mempromosikan pemotretan busur tidak hanya di Lishui, tapi juga sampai ke luar. Serta mereka juga mengupayakan supaya kegiatan busur ini masuk ke dalam olimpiade. (sym/aff)












































Busur crossbow yang digunakan berburu oleh orang-orang Lushui (Aly Song/Reuters)
(Aly Song/Reuters)
(Aly Song/Reuters) Foto: undefined
Komentar Terbanyak
Kubu PB XIV Purbaya Protes Keras ke Menbud Fadli Zon sampai Naik ke Panggung
Penunjukan Tedjowulan Diprotes Kubu PB XIV Purbaya, Apa Kata Fadli Zon?
Fadli Zon Serahkan SK buat Tedjowulan, Keraton Solo Bergejolak