Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 11 Jul 2018 18:20 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Angkot Filipina Sekeren Ini

Jeepney, transportasi publik di Filipina (Syanti/detikTravel)
Jeepney, transportasi publik di Filipina (Syanti/detikTravel)
Manila - Salah satu daya tarik yang dimiliki Filipina adalah transportasinya. Mereka memiliki transportasi publik bernama Jeepney. Seperti apa ya?

detikTravel berkesempatan berkunjung ke Filipina atas undangan Philippine Department of Tourism bersama Philippine Airlines pada pekan lalu. detikTravel pun mencoba merasakan salah satu transportasi publik di Filipina yaitu Jeepney.

Jeepney bisa dikatakan seperti angkot di Indonesia. Keberadaannya pun sangat penting bagi masyarakat Filipina karena Jeppney salah satu transportasi yang memenuhi jalanan di Filipina.

(Syanti/detikTravel)(Syanti/detikTravel)


Tapi jangan bayangkan bentuknya mirip angkot di Indonesia ya. Jeepney menurut pantauan detikTravel terlihat lebih keren karena bentuk dan warnanya yang beragam. Sesuai dengan namanya, Jeepney terlihat seperti mobil jeep, namun ukurannya lebih panjang dan beragam.

"Jeepney tergabung dari dua kata dalam bahasa Inggris. Jeep yang berarti mobil jeep dan kney yang berarti lutut. Di dalam Jeepney lutut para penumpang saling bertemu karena duduknya berhadapan, karena itulah kenapa mobil ini disebut Jeepney," ujar El, guide yang mendampingi rombongan farmtrip.

 (Syanti/detikTravel) (Syanti/detikTravel)


Sama seperti angkot pada umumnya, Jeepney dibagi menjadi dua bagian yaitu bangku supir di bagian depan dan bagian belakang untuk penumpang. Bangkunya pun dibuat memanjang ke belakang sehingga penumpang duduk saling berhadapan.

Hal yang berbeda dari Jeepney adalah tempat naiknya. Kalau angkot di Indonesia biasanya naik dari pintu samping, sedangkan Jeepney naik dari pintu belakang. Serta ukuran Jeepney pun juga besar, panjangnya saja bisa mencapai 5 meter lho!

(Syanti/detikTravel)(Syanti/detikTravel)

Hal menarik lainnya dari Jeepney adalah mobil ini tidak memiliki kaca di jendelanya alias terbuka. Jadi penumpang di dalam Jeeppney didinginkan oleh angin dari jalanan. Lho, terus kalau hujan gimana? Diciprat air dong? Tenang saja traveler, walau tidak ada kaca, Jeepney punya terpal di jendelanya jadi bisa dinaik turunkan.

Jeepney sangat gampang ditemukan di Filipina karena bentuk, warna, dan ukurannya yang memang mencolok. Terus juga banyak Jeepney yang dipenuhi corak yang beragam dan stiker. Jadi traveler yang pertama kali datang ke Filipina akan gampang mengenali angkot ini. Tidak ada pemberentian khusus atau halte tertentu, kapanpun, dimanapun penumpang bisa naik dan turun.

 (Syanti/detikTravel) (Syanti/detikTravel)


(Syanti/detikTravel)(Syanti/detikTravel)


Eits, sebelum naik Jeepney ketahui dulu rutenya ya. Jangan sampai traveler salah naik Jeepney dan kesasar sendiri. Untuk jalurnya, traveler bisa lihat di badan Jeepney.

Berapa ya biaya naik Jeepney? Bisa dikatakan biaya naik transportasi ini tergolong murah. Kemanapun penumpang hanya dibebankan biaya sebesar 7 Peso (Rp 1.900), jika jarak perjalanan 4-5 Km atau kurang. Jika lebih dari 5 Km, akan ada penambahan tarif oleh supir di setiap Km-nya.

Bagaimana rasanya naik Jeepney?

Rasanya sama seperti naik angkot di Indonesia. Karena Jeepney jendelanya terbuka jadi bisa saja kita terpapar asap dan bau knalpot kendaraan. Jika penumpang Jeepney penuh, kita akan merasa sesak dan harus siap mencium bau keringat penumpang lainnya.

Namun yang bikin lega dari Jeepney adalah bagian dalamnya yang luas. Jadi lutut kita tidak akan saling bersentuhan karena bagian dalam Jeepney cukup lebar. Traveler yang tingginya lebih dari 175 cm aman kok naik Jeepney.

Pokoknya harus naik Jeepney kalau ke Filipina! (sym/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED
Es Abadi Indonesia

Kesulitan Mendaki Es Abadi Indonesia

Kamis, 15 Nov 2018 07:20 WIB

Es abadi Indonesia berada di Puncak Jaya, Puncak Sumantri dan Puncak Carstensz Timur, Papua. Apa saja kesulitan yang ditemui para pendaki di sana?