Ada beberapa hal yang perlu traveler perhatikan dan maklumi di sana. Tentunya, berbeda saat kita hidup di negeri sendiri. Berikut selengkapnya:
1. Isi kartu kedatangan
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, pramugari akan memberikan kartu ini sebelum mendarat, tetapi ada juga di dekat gerbang imigrasi. Oh ya, jangan lupa untuk menyimpan boarding pass kapal/pesawat ya, ini mungkin diperlukan pihak imigrasi untuk mengecek identitas traveler.
Kartu ini akan disobek oleh pihak Imigrasi, traveler akan diberikan potongan sebelah kanan yang lebih kecil. Nah, potongan ini yang harus traveler simpan, untuk pengecekan ulang saat meninggalkan Singapura.
2. Jangan buang sampah sembarangan
Klise tapi penting. Di Singapura, membuang sampah sekecil apapun di luar tempat yang seharusnya siap-siap bakal kena denda. Tempat sampah juga cukup mudah ditemukan kok, hampir di setiap meter jalanan Singapura.
3. Beli tourist SIM Card dan Ez Link
Beberapa tempat di Singapura memang menyediakan layanan Wifi gratis. Namun, jika ingin konektiivitas yang stabil, traveler bisa membeli SIM card yang harganya cukup terjangkau. Seperti SingTel dan M1 yang memberikan layanan kartu tourist SIM selama 7 hari seharga SGD 15 (Rp 150 ribu) dengan 100 GB data. Cukup terjangkau bukan?
Nah, kalau misalnya mau menggunakan transportasi umum seperti MRT dan Bus, traveler bisa membeli kartu Ez-Link yang dapat ditemukan diberbagai tempat. Harganya cukup murah, mulai dari SGD 2-10 tergantung isi dan tarif yang ingin digunakan (Rp 20-100 ribu).
4. Jangan kekurangan, tapi jangan juga berlebihan membawa uang
Kalau traveler mau berbelanja, memang sebaiknya siapkan uang yang lebih dari bujet. Tetapi, jangan sampai terlalu membawa banyak uang yang nanti akan mempersulit diri sendiri.
Saat ini sudah banyak tempat di Singapura yang terjangkau dari segi harga. Tetapi jangan juga untuk membawa uang pas-pasan. Setidaknya alokasikan 10 persen dari bujet total untuk berjaga-jaga.
Soal menukar uang, traveler bisa membawa mata uang SGD (Singapore Dollar) yang sudah ditukarkan di money changer Indonesia yang biasanya relatif punya harga lebih baik. Namun, jika terbatas waktu, bisa menyimpannya di bank dan mengambil di kartu ATM Singapura. Biasanya, nilai tukar juga lebih baik namun akan dikenakan biaya administrasi. Ada baiknya untuk mengecek ulang harga mata uang disaat traveler ingin menukar uang tersebut.
5. Jangan meludah dan merokok sembarangan
Foto: Shinta/detikTravel |
Singapura termasuk negara yang ketat soal merokok. Nah, traveler hanya bisa merokok di ruang terbuka atau 5 meter dari bangunan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, atau ganjarannya adalah ratusan dolar Singapura.
Meludah mungkin jadi hal sepele, tapi menjijikan bagi sebagian orang. Jika meludah sembarangan di Singapura, siap-siap ditegur oleh warga sekitar atau bahkan polisi setempat ya.
6. Transportasi umum
Warga Singapura biasa menggunakan transportasi umum seperti MRT atau Bus untuk beraktivitas. Untuk turis, caranya pun cukup mudah dengan petunjuk yang jelas. Hampir seluruh wilayah Singapura terjangkau oleh MRT dan bus. Traveler juga bisa memilih opsi taksi meter atau online.
Untuk MRT dan Bus, tarifnya mulai SGD 1 (Rp 10 ribu), tetapi dikalkulasikan sesuai rute. Kalau taksi, tarif buka pintunya sekitar SGD 3 (Rp 30 ribu) dan 0,44 sen (Rp 4 ribu) per 400 meter.
Di stasiun biasanya juga tersedia informasi untuk turis seperti atraksi dan tempat wisata. Nah, traveler bisa mendapatkan informasi yang jelas di sana. Tidak perlu takut tersesat atau hilang di Singapura.
BACA JUGA: 5 Aturan di Singapura yang (Mungkin) Harus Kita Tiru
7. Biaya taksi naik 25 persen saat malam hari
Mau coba wisatamalam di Singapura? Jika ingin menggunakan transportasi umum, traveler harus memperhatikan jadwalnya lebih detail. MRT sebagian besar selesai beroperasi pukul 12 malam dan mulai kembali pukul 5 pagi waktu setempat.
Salah satu opsi yang tersedia 24 jam adalah taksi. Namun, biaya taksi akan naik 25 persen dari tarif total mulai pukul 6 sore sampai 12 malam. Saat weekdays, biaya tambahan juga diberlakukan pukul 6-9.30 pagi waktu setempat.
8. Hotel atau Hostel?
Meskipun biaya hidup mahal, bukan berarti tidak bisa diakali. Traveler bisa memilih jenis penginapan yakni hotel atau hostel. Hostel bisa ditemukan melalui agen travel online mulai dari Rp 150 ribuan. Jika traveler memilih hotel, harganya mulai dari Rp 500 ribuan per malamnya.
Nah, baiknya memesan dulu dari Indonesia, harganya lebih murah dan perjalanan jadi lebih tertata. Selain itu, di immigration card, traveler juga diminta untuk menulis alamat saat di Singapura. Kolom ini bisa diisi dengan alamat hotel atau hostel yang diinapi.
9. Makanan terjangkau dan Halal
Makanan di Singapura harganya bervariasi. Namun, jika dibandingkan dengan bandara sebagai pintu kedatangan awal, harganya tidak jauh berbeda dengan toko di tengah kota.
Untuk satu porsi nasi Hainam dipatok sekitar SGD 7 (Rp 70 ribu) sedangkan fast food seperti KFC, Mc Donald's atau Subway dimulai dari SGD 5 (Rp 50 ribu). Kecuali, traveler memilih restoran fine dining yang harganya relatif lebih mahal
Bagi traveler Muslim, jangan khawatir mencari makanan Halal di Singapura. Banyak kedai yang sudah menuliskan logo Halal di depan toko atau tanda no-pork food. Traveler juga bisa bertanya kepada penjual makanan terlebih dahulu.
10. Belanja oleh-oleh
![]() Oleh-oleh di Singapura (Shinta/detikTravel) |
Traveling tidak lengkap tanpa membawa buah tangan. Nah, ada beberapa spot di Singapura yang menawarkan aneka suvenir khas dan terjangkau.
Traveler bisa ke Chinatown, Little India atau Bugis. Di sana, banyak penjual yang menjajakan aneka suvenir mulai dari SGD 1 (Rp 10 ribu). Seperti coklat, kaus, gantungan kunci, dan pernak-pernik lainnya dengan harga miring. (sna/aff)












































Foto: Shinta/detikTravel
Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran
Bule Swiss Ejek Nyepi di Bali, PHDI Buka Suara