Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 04 Agu 2018 22:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Pulau Berbahaya di Dunia yang Tak Jauh dari Indonesia

Afif Farhan
detikTravel
Buaya air asin (dok Istimewa)
Buaya air asin (dok Istimewa)
Yangoon - Pernah dengar nama Pulau Ramree? Adanya di Myanmar inilah pulau yang berbahaya di dunia. Sejarahnya, ratusan orang tewas diterkam buaya dalam satu malam!

Myanmar adalah negara yang tidak jauh dari Indonesia. Masih sama-sama di kawasan Asia Tenggara, terdapat Pulau Ramree yang bikin bulu kuduk merinding. Silakan mencari nama pulau-pulau berbahaya, Ramree pasti masuk dalam daftarnya.

Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber seperti Amusing Planet, Atlas Obscura dan Express, Sabtu (4/8/2018) Pulau Ramree mayoritas berisi hutan bakau dan jadi habitat buaya air asin. Tak tanggung-tanggung, buayanya bisa mencapai panjang 7 meter dengan berat ratusan kilogram.

Tidak ada yang tahu pasti, berapa jumlah populasi buaya air asin di sana. Pulau Ramree sendiri lokasinya di sebelah barat pesisir pantai Myanmar, dengan jarak 13 jam naik mobil atau 1 jam naik pesawat dari Kota Yangoon ke Kyaukpyu dan lanjut naik mobil.

Pulau Ramree yang berada di sebelah barat pesisir pantai Myanmar (Google Maps)Pulau Ramree yang berada di sebelah barat pesisir pantai Myanmar (Google Maps)


Buaya air asin di sanalah yang membuat Pulau Ramree disebut pulau berbahaya di dunia. Sebabnya, ada sejarah kelam nan mengerikan.

Di tahun 1945 saat Perang Dunia II, Pulau Ramree jadi tempat pertarungan antara tentara Inggris dan Jepang. Pemerintah Jepang ingin menguasai wilayah Vietnam untuk dijadikan pos pemantauan bagi pergerakan negara-negara Sekutu.

Begitu pula dengan Inggris, disebut dengan 'Operation Matador' mereka mau menambah wilayah kekuasannya sampai ke Asia. Inggris mau menguasai Pulau Ramree dan Pulau Cheduba yang ada di dekatnya untuk dijadikan pangkalan udara.

Kemudian pada 19 Februari pecahlah perang antara Inggris dan Jepang. Inggris unggul dari jumlah persenjataan, membuat tentara Jepang mundur. 1.000 Tentara Jepang dipukul sampai masuk ke dalam hutan bakaunya.

Tentara Jepang yang berperang menghadapi Inggris (NaturesTemper/Youtube)Tentara Jepang yang berperang menghadapi Inggris (NaturesTemper/Youtube)


Dari situlah, tragedi mengerikan dimulai. Salah seorang tim dari pasukan Inggris, Bruce Stanley Wright mejadi saksinya. Dia mengungkapkan dalam buku Wildlife Sketches Near and Far (tahun 1962), terjadi pembantaian manusia oleh buaya!

Dalam satu malam, suasana di dalam hutan bakau jadi hujan darah. Tentara Jepang yang tidak mengetahui tentang medannya, jadi sasaran empuk buaya-buaya air asin.

Buaya di rawa-rawanya (NaturesTemper/Youtube)Buaya di rawa-rawanya (NaturesTemper/Youtube)


Bruce Stanley Wright menggambarkan, malam itu di tengah hutan bakau dan rawa, tentara-tentara Jepang diserang banyak buaya. Meski memiliki senjata, tidaklah membantu banyak. Keganasan buaya yang besar-besar sungguh brutal.

Tercatat, dari 1.000 tentara Jepang tersebut hanya sekitar 20 orang yang selamat (meski beberapa versi juga menyebut 100-an orang selamat). Bahkan Guinness World Records menyebutnya, 'Most Number of Fatalities in a Crocodile Attack'.

Buaya-buaya air asin yang berukuran besar di Pulau Ramree (AFP)Buaya-buaya air asin yang berukuran besar (AFP)


Hutan bakau di bagian tengah Pulau Ramree memang tidak dihuni manusia dan sudah jadi habitatnya buaya air asin sejak dulu kala. Meski begitu, belum ada penelitian lebih lanjut tentang pulaunya dan habitat buaya air asinnya, dikarenakan medan yang sulit ditempuh.

Dan hingga kini, Pulau Ramree di Myanmar yang tak jauh dari Indonesia itu, masih menyandang gelar sebagai pulau yang berbahaya di dunia.

(AFP)(AFP)


(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED