Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 22 Okt 2018 12:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Kota Paling Utara di Bumi, 4 Bulan Tanpa Cahaya Matahari

Afif Farhan
detikTravel
Alert, kota paling utara di Bumi (Kevin Rawling/CFS Alert/Wikipedia)
Alert, kota paling utara di Bumi (Kevin Rawling/CFS Alert/Wikipedia)
Alert - Bayangkan, kota dengan cuaca dingin sepanjang tahun dengan paling dingin suhunya -50 derajat Celcius. Ditambah, matahari selama 4 bulan tidak menyinarinya.

Dirangkum detikTravel dari berbagai sumber, Senin (22/10/2018) kota itu bernama Alert. Disebut sebagai kota paling utara di Bumi yang berada di Pulau Ellesmere, masuk dalam wilayah Kanada. Alert juga merupakan kota paling dekat ke Kutub Utara, berjarak 817 km saja.

Menjadi kota di bagian utara, membuat Alert ditempa cuaca dingin sepanjang tahun. Faktanya, suhu di sana paling dingin bisa mencapai -50 derajat Celcius. Rata-rata sih setiap bulan suhunya -30 derajat Celcius. Kalau paling hangat... ya rata-rata cuma 7 derajat Celcius.

Para ilmuwan di Alert (US Embassy Canada)Tanda merah adalah Kota Alert yang lokasinya di utara Bumi (Google Maps)


Tak sampai di situ, cahaya matahari juga tidak menyinari Alert selama 4 bulan. Beberapa waktu saat sedang panas-panasnya, posisi matahari pun tidak sampai di atas kepala.

Lantas, mengapa Alert disebut kota? Adakah penduduknya di sana?

Jawabannya, ada. Sekitar 200 orang mendiami kawasan Alert. Mereka bukan penduduk sembarangan, melainkan para personil militer dan ilmuwan.

Para ilmuwan di Alert (US Embassy Canada)Para ilmuwan di Alert (US Embassy Canada)


Alert sudah menjadi basis Joint Arctic Weather Station (JAWS) sejak tahun 1950-an. Selang beberapa tahun kemudian, Canadian Forces (CF) juga mendirikan semacam pangkalan militer di sana. Lantas, dibentuklah Canadian Forces Station Alert (CFS Alert) dibawah naungan militer Kanada yang tugasnya untuk mendata cuaca, pengaruh pemanasan global dan gerbang penelitian menuju ke Kutub Utara.

Para penduduk Kota Alert tinggal di dalam barak-barak dengan fasilitas lengkap. Setiap hari, sejauh mata memandang hanya es berwarna putih yang terlihat. 'Kota Tanpa Pohon', begitu celetukan orang-orang di sana.

Sejauh mata memandang di Alert hanya warna putih (Environment and Climate Change Canada)Sejauh mata memandang di Alert hanya warna putih (Environment and Climate Change Canada)


Media The Sun pernah mewawancarai beberapa peneliti di Kota Alert. Mereka bilang, waktu bekerja di sana sekitar 6 bulan dan dapat libur untuk pulang kampung selama 3 minggu. Selain bekerja, ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk menghilangkan stress.

"Ada sekitar 4.500 stok film DVD untuk nonton bareng. Selain itu ada tempat bowling, tempat pertunjukan teater, dua tempat gym dan ruang bermain video game. Sisanya, kami rekreasi dengan berjalan-jalan," kata salah seorang peneliti di Alert.

BACA JUGA: Kisah Kota yang Lautnya Membeku 9 Bulan

Kota Alert tidak terbuka untuk umum. Para pengunjung yang datang ke sana, harus mendapat izin dari Canadian Forces Station Alert (CFS Alert). CFS Alert ini jugalah, satu-satunya yang mengoperasikan penerbangan ke Alert dari berbagai kota di kawasan utara Kanada.

Untuk jalur darat, tidak ada akses menuju Alert. Kota terdekat dari Alert, yang masih bisa dikunjungi turis yakni Grise Fjord yang sama-sama ada di Pulau Ellesmere. Kalau Alert di bagian paling utara, maka Grise Fjord di bagian paling selatan pulaunya. Jaraknya 725 km!

Selamat datang di Alert! (US Embassy Canada)Selamat datang di Alert! (US Embassy Canada)


Menariknya, para penduduk Alert akan dengan senang hati menyambut para peneliti atau relawan yang berkunjung ke Alert. Mereka bakal menemani berjalan-jalan dan berfoto-foto.

Alert, suatu kota di utara Bumi yang jauh dari mana-mana. Apa rasanya kalau datang ke sana?




Tonton juga 'Kini Dilegalkan di Kanada, Apa Dampak Ganja untuk Kesehatan?':

[Gambas:Video 20detik]

(aff/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED