Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 25 Okt 2018 21:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Serius, Kota Ini Penghuninya Cuma Satu Orang

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Kota Monowi di Nebraska, Amerika Serikat (Reuters)
Kota Monowi di Nebraska, Amerika Serikat (Reuters)
Monowi - Menurut data BPS, jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 10,18 juta di tahun 2015. Berbanding terbalik dengan penduduk di kota ini yang jumlahnya cuma 1 orang.

Adalah Monowi, kota di negara bagian Nebraska, Amerika Serikat yang terbilang beda dari yang lain. Dilansir detikTravel dari BBC, Kamis (25/10/2018), kota ini dikenal unik karena jumlah populasinya yang sangat sedikit.

Bayangkan saja, sebuah kota yang hanya diisi oleh satu orang saja. Mungkin terdengar mengada-ada, tapi itulah fakta tentang Kota Monowi di Amerika serikat.

Penduduk satu-satunya adalah Elsie Eiler yang telah menginjak usia 84 tahun. Setelah kedua anaknya pergi tahun 1970, suami Eiler pun meninggalkan Elsie untuk selama-lamanya tahun 2004. Setelah itu, Eiler resmi jadi satu-satunya penghuni kota Monowi.

Eiler, satu-satunya penduduk Monowi (Reuters)Eiler, satu-satunya penduduk Monowi (Reuters) Foto: undefined


Jadi penduduk kota satu-satunya, Eiler juga merangkap jadi wali kota, juru tulis, bendahara, pustakawan dan bartender. Sehari-harinya, Eiler juga bekerja di bar miliknya.

Sebagai satu-satunya penduduk di kota, Eiler pun harus mengurus segala tata administrasi kota seorang diri. Bisa dibilang, kalau Monowi masih bertahan karena kehadiran Eiler.

Jauh sebelum jadi kota berpenduduk satu orang seperti sekarang, di tahun 1930 Monowi merupakan kota biasa dengan penduduk 150 orang.

Hanya saja ketika kondisi kota memburuk usai Perang Dunia II, perlahan penduduknya mulai 'menghilang.' Kondisi perekonomian yang kian memburuk jadi alasan bagi penduduk untuk pergi.

 Eiler kerap didatangi traveler dari luar kota (Reuters) Eiler kerap didatangi traveler dari luar kota (Reuters) Foto: undefined


Hidup seorang diri, Eiler pun mengaku tidak merasa kesepian. Ia kerap didatangi oleh orang yang mengenal dan peduli dengannya dari luar kota.

"Rasanya seperti satu keluarga besar. Ada pengunjung dari generasi keempat dan kelima yang datang ke sini. Begitu menyanangkan ketika orang-orang yang dulu kau ingat sebagai bayi datang ke sini dan mmebawa bayi mereka untuk ditunjukkan padaku," ujar Eiler.

Kini, tak sedikit wisatawan yang datang ke bar milik Eiler untuk berbincang dengannya. Selain bar milik Eiler, traveler juga bisa datang ke Rudy's Library milik mendiang suaminya.

Eiler pun terbiasa mengurus semuanya sendiri (Reuters)Eiler pun terbiasa mengurus semuanya sendiri (Reuters) Foto: undefined


Hanya ada dua tempat yang bisa didatangi di Kota Monowi, tapi justru itu yang membuatnya jadi perhatian. Keunikan itu pun membuat Monowi kerap didatangi oleh wisatawan dari seluruh dunia. Semuanya tercatat dalam buku tamu milik Eiler.

"Sebenarnya saya tidak pernah menyangka kalau bisa membuat perhatian orang untuk datang ke sini," ujar Eiler.

Di usia senjanya, Eiler sebenarnya bisa saja pindah dari Monowi dan menghabiskan sisa umurnya bersama anak dan cucunya. Namun, ia tetap lebih cinta hidup di Monowi dengan segala kondisinya.

"Saya bisa selalu pindah ke tempat anak saya dan tinggal dengannya kapan saja aku mau, tapi berarti saya harus mencari teman baru lagi. Selama saya tinggal di sini, inilah tempat yang selalu saya inginkan," ujar Eiler.

Apabila tengah liburan ke negara bagian Nebraska di Amerika Serikat, tak ada salahnya traveler mampir ke Monowi untuk sekedar melihat dan berbincang dengan Eiler. Tentunya akan ada banyak nilai hidup yang bisa didapat traveler dari Eiler.


(rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED