Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 29 Nov 2018 21:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Seberapa Greget Kamu? Ikut Safari Lihat Singa, Tapi Jalan Kaki

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Safari singa di Delta Okavango Botswana (BBC Travel)
Safari singa di Delta Okavango Botswana (BBC Travel)
Gaborone - Botswana di Afrika menawarkan paket wisata untuk turis yang paling greget. Diajak safari melihat singa, tapi jalan kaki. Dan... nggak boleh lari.

Traveler bisa safari melacak keberadaan singa liar ini di Botswana. Tanah Afrika yang terkenal kering itu memang cocok untuk melihat salah satu pemangsa terbesar di dunia, singa. Perjalanan safari singa ini ada di Footsteps Across the Delta, sebuah kamp kecil terpencil di jantung Delta Okavango.

Daerah itu amat terkenal di Botswana. Seperti namanya, Footsteps adalah perjalanan eksklusif yang fokus safarinya dengan berjalan kaki. Traveler akan keluar dari mobil jip dari sini.

Traveler akan selalu ditemani oleh seorang pemandu bersenjata. Rasa takut pasti tersirat ketika melakukan perjalanan ini. Melansir BBC Travel, Kamis (29/11/2018), aturan pertama dan paling penting dalam safari jalan kaki melihat singa yakni jangan ada yang berlari.

(BBC Travel)(BBC Travel)
Okavango adalah bagian dari Gurun Kalahari. Tidak ada apapun di sana kecuali lapisan tipis rumput hangus dan 300 m pasir di bawah kaki kita.

Botswana adalah negara yang daerahnya tergerus kekeringan terus-menerus dengan 70% wilayahnya berupa gurun. Tidak ada hujan selama 10 bulan dalam setahun dan meminta ke Dewa mereka dengan menamai jalan nasional juga mata uangnya dengan nama Pula (hujan).

Beberapa minggu sebelum dimulainya hujan tahunan di bulan Desember adalah waktu yang tepat untuk safari singa. Selama musim kemarau, hewan-hewan di sana tidak memiliki tempat persembunyian hijau yang teduh dan mereka dipaksa berkumpul di beberapa sumber air yang belum menguap.

Dalam safari singa ini, traveler akan menemui beberapa hewan liar lainnya, seperti burung, zebra, antelop, kuda nil hingga jerapah. Para hewan ini akan menganggap manusia seperti predator dan akan menjauihinya.

(BBC Travel)(BBC Travel)
Tak hanya melihat hewan liar, pemandu yang berpengalaman akan menjelaskan hingga detil kegunaan sebuah kotoran. Contoh adalah feses dari gajah dapat diketahui apa yang dimakan hewan itu dan dijelaskan kegunaannya oleh penduduk setempat, yakni sebagai obat dan ketika dibakar dapat mengusir nyamuk.

Traveler belum tentu melihat penampakan singa dan macan tutul dalam safari di Footsteps di Okavango, karena mereka selalu berpindah untuk tinggal dan tidur. Namun setiap pemandu memiliki jaringan di satu tempat dengan kamp yang lainnya. Ada 60 kamp safari di Okavango dan terhubung melalui jalan darat, aksesnya menggunakan pesawat Cessna kecil dan bisa mengantar pengunjung dari kamp ke kamp demi bisa melihat singa.

Hal kedua yang penting dalam safari singa yaitu mengikuti jejaknya. Tanda adanya singa adalah membaca perilaku hewan-hewan di sekitar kita, jika terasa sepi maka bisa dipastikan bahwa sebagian besar mangsa telah mengosongkan area itu karena keberadaan si pemangsa.

(BBC Travel)(BBC Travel)
Dalam keadaan demikian, pemandu pasti sudah bersiap dengan senjatanya. Singa yang terlihat mengibas-kibaskan ekornya sudah siap menyerang dan traveler diharapkan tetap tenang dan bergerombol karena kelompok safari adalah mangsa.

Dalam jarak sekitar 50 m, singa bisa menutup pergerakan mangsa dalam waktu kurang dari dua detik. Singa dikenal sebagai mesin pembunuh murni dan ketika traveler puas melihatnya setelah beberapa menit, mungkin 15 menit sudah waktunya untuk pergi.

Traveler ingin mencoba safari singa dengan berjalan kaki? (rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA