Kota Penuh Polusi, Matahari pun Enggan Terbit
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Kota Penuh Polusi, Matahari pun Enggan Terbit

Ahmad Masaul Khoiri - detikTravel
Senin, 31 Des 2018 22:10 WIB
Kota Penuh Polusi, Matahari pun Enggan Terbit
Suhu di musim dingin bisa mencapai minus di atas 40 derajat celcius (BBC Future)
Norilsk - Bagaimana kehidupan bisa berputar kalau mataharinya enggan terbit? Namun itulah yang terjadi di kota penuh polusi ini.

Dihimpund detikTravel dari berbagai sumber, Senin (31/12/2018), seperti dilansir BBC Future, fotografer Rusia Elena Chernyshova telah mengeksplorasi dan merasakan bagaimana hidup di kota tersebut. Namanya Norilsk, sebuah kota di Rusia bagian utara.

Lokasinya ada di 400 kilometer dalam lingkaran Arktik/Kutub Utara. Oleh karenanya, Kota Norilsk sering berada di kegelapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Kota Norilsk, musim dingin berlangsung sembilan bulan. Dan selama malam kutub, matahari tidak terbit selama dua bulan.

"Setelah dua bulan berlalu, aku bahkan mulai merasa agak panik bahwa matahari tidak akan pernah kembali," kata Elena.

Lanskap Kota Norilsk (Getty Images)Lanskap Kota Norilsk (Getty Images)


Kota Norilsk terdapat banyak bangunan kosong yang dipenuhi es. Seperti gedung-gedung hantu di dalam film-film barat, mengerikan.

Sejumlah bangunan apartemen itu memang tidak dirancang ditinggali permanen. Pembangunannya sebagai perumahan sementara untuk pendatang baru yang bekerja di pabrik.

Nasib berkata lain, setelah runtuhnya Uni Soviet, bangunan ini tidak dirobohkan. Masih ada beberapa keluarga yang tinggal di dalamnya sampai sekarang.

Dalam laporan Guardian, dua tahun lalu, sungai yang mengaliri Kota Norilsk berwarna merah. Kota ini pun dapat penghargaan buruk sebagai kota paling berpolusi di Rusia, mungkin juga dunia?
Kota Penuh Polusi, Matahari pun Enggan TerbitPencemaran sungai di Norilsk (AFP)


Adalah perusahaan logam Norilsk Nickel yang bertanggung jawab hingga menutup salah satu pabriknya dalam upaya pembersihan kota yang terkenal tercemar itu. Sungai Daldykan di Norilsk tiba-tiba berubah menjadi merah cerah karena hujan lebat telah menyebabkan bendungan filtrasi membanjiri sungai.

Dari berbagai sumber, Kota Norilsk merupakan kota terbesar kedua di Rusia bagian Lingkaran Arktik setelah Murmansk. Dengan penduduk sebanyak 134.832 jiwa (2002), sejak tahun 2001, kota ini menjadi kota tertutup oleh orang asing.

Dari situs resmi pemerintahan Norilsk, seorang warga Rusia yang ingin mengundang kerabatnya atau warga negara asing ke Norilsk harus mengajukan permohonan ke Administrasi kota Norilsk. Hal itu diikuti adanya jaminan materi, akomodasi dan dukungan medis bagi warga negara asing selama ia tinggal.

Jika traveler ingin berkunjung ke sana, harus betul-betul mempersiapkan diri juga perlengkapannya ya! (wsw/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads