Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Jan 2019 18:30 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

6 Kota Menawan Buat Liburan di Taiwan

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Suasana pasar malam di Taiwan (Wahyu/detikTravel)
Suasana pasar malam di Taiwan (Wahyu/detikTravel)
Taichung - Taiwan adalah salah satu tujuan menarik di Asia. Selain Taipei, ada beberapa kota lain yang bisa traveler kunjungi buat liburan di Taiwan. Apa saja?

Traveler yang pernah bepergian ke Taiwan, pasti tujuannya ke Taipei sebagai pusat politik, ekonomi, dan budaya. Tapi tidak banyak yang tahu Taiwan juga menawarkan banyak keragaman bagi para pencinta alam, petualang, pencinta kuliner, dan juga penggemar arsitektur.

Dari rilis pers Agoda yang diterima detikTravel, Rabu (9/1/2019), Taipei memang masih jadi tujuan utama yang diminati wisatawan Indonesia. Setelah Taipei, baru disusul Taichung dan Kaohsiung. Sementara itu, Nantou dan Hualien melengkapi lima besar destinasi favorit di Taiwan.
1. Taichung

 Fengjia Night Market di Kota Taichung (Wahyu/detikTravel) Fengjia Night Market di Kota Taichung (Wahyu/detikTravel)


Taichung adalah Tuan rumah bagi pameran flora kelas dunia. Taichung World Flora Exposition merupakan event yang begitu besar, hingga menggabungkan tiga destinasi sekaligus.

Pameran yang digelar sejak awal November hingga 24 April 2019 ini tersebar di tiga wilayah, yang masing-masing menyuguhkan keunikan tersendiri dari Taiwan. Di Waipu, kita bisa melihat kerajaan pertanian yang terkenal akan bunga, buah-buahan, dan produk lainnya.

Kemudian Houli, di sini ada pertunjukan dan fasilitas berkuda berusia ratusan tahun, serta benda-benda bersejarah Taiwan yang dipinjamkan dari National Palace Museum.

Sementara Fengyuan, dibangun di sepanjang tepi Sungai Ruanpizai yang merupakan koridor bunga di tepi sungai terpanjang di Taiwan. Daerah ini menunjukkan pentingnya perairan bagi kehidupan di Taiwan.

2. Nantou

Sun Moon Lake (Niken/detikTravel)Sun Moon Lake (Niken/detikTravel) Foto: undefined


Kota berikutnya yaitu Nantou. Di sinilah rumah bagi Danau Sun Moon. Selama berabad-abad, lagu dan puisi telah ditulis untuk menggambarkan keindahan Danau Sun Moon yang merupakan danau terbesar di Taiwan.

Banyak yang menilai jalur sepeda di sekeliling danau, sebagai rute sepeda terindah di Taiwan. Danau Sun Moon juga merupakan rumah bagi suku Thao, kelompok suku asli terkecil di Taiwan.

Sementara Bahasa Thao adalah salah satu bahasa paling terancam punah di dunia, dengan kurang dari enam penutur yang masih hidup. Namun, berkat upaya konservasi para pemimpin suku, generasi muda Thao mulai menggunakan kembali bahasa asli mereka.

3. Tainan

 Kuliner di Tainan (Wahyu/detikTravel) Kuliner di Tainan (Wahyu/detikTravel) Foto: undefined


Kota selanjutnya ada Tainan, surganya kuliner di Taiwan. Selama 200 tahun hingga akhir abad ke-19, bagian selatan Kota Tainan merupakan pusat ekonomi Taiwan. Di daerah ini ada banyak restoran dengan resep yang tak lekang oleh waktu.

Tainan memang dikenal sebagai pusat kuliner dan kota untuk bersantai. Pengunjung banyak datang ke sini untuk menikmati street food.

Satu-satunya masalah adalah ketika daftar makanan yang wajib kita icip bertambah banyak, mencapai lebih dari 100 sajian berbeda. Pro tips: jika tak cukup waktu untuk mencicip seluruh makanan, pastikan mencoba mie ikan, udang gulung, puding tabung beras, dan es serut.

4. Kaohsiung

 Pusat seni di Kaohsiung, Taiwan (Wahyu/detikTravel) Pusat seni di Kaohsiung, Taiwan (Wahyu/detikTravel) Foto: undefined


Jika Anda penggemar arsitektur, pergilah ke Kaohsiung. Bangunan-bangunan di Kaohsiung umumnya lebih luas, terbuka dan banyak mendapat sentuhan seni arsitektur.

Kaohsiung Main Public Library, yang memiliki atrium gantung terbesar di dunia. Bangunan ini pun mendapat pujian dari para pencinta buku di seluruh Taiwan untuk desainnya yang menakjubkan.

Sementara National Kaohsiung Center for the Arts yang dirancang oleh perusahaan Belanda, Mecanoo, merupakan lokasi seni terbesar di dunia. Pusat seni yang baru dibuka tersebut memiliki 9.194 organ pipa, menjadikannya yang terbesar di Asia.

5. Hualien

Pertunjukan seni di Hualien (Hany/detikTravel)Pertunjukan seni di Hualien (Hany/detikTravel) Foto: undefined


Hualien sangat beruntung memiliki budaya yang kaya dan pemandangan alam yang indah. Pegunungan dan laut bertemu di garis pantai sepanjang 124 km, memberi akses ke puncak tertinggi Taiwan. Pantai Qixingtan di Hualien masih terus berada di daftar pantai terbaik Taiwan.

Bagi wisatawan yang suka bertualang, Ngarai Taroko, yang disebut LA Times sebagai 'Yosemite versi Taiwan', adalah tempat bagus untuk dijelajahi. Ngarai ini juga merupakan rumah bagi suku asli Truku, menjadikan kunjungan ke Desa Dageeli memberi pengalaman budaya dan makanan ala Truku. Lokasi ini pun hanya satu jam perjalanan dari Pantai Qixingtan dan Ngarai Taroko.

Hotel Bayview yang tidak jauh dari Pantai Qixingtan menawarkan pemandangan Pasifik yang menakjubkan. Sementara itu, setelah menjelajahi Ngarai Taroko, Anda dapat memanjakan diri di penginapan mewah Silks Place Taroko Hotel yang terletak di jantung kawasan ngarai.

6. Taitung

 Suku asli Taiwan (Wahyu/detikTravel) Suku asli Taiwan (Wahyu/detikTravel) Foto: undefined


Wisata budaya suku asli di Taiwan berbeda dengan negara lain. Di Taiwan, Anda tidak memerlukan izin untuk melakukan perjalanan ke daerah adat, dan dapat bersentuhan dengan budaya asli secara langsung.

Di Taiwan, Anda dapat melakukan ini di Taitung, destinasi yang semakin menarik bagi para wisatawan yang ingin menyelami kehidupan masyarakat adat. Terletak di sisi pulau yang menghadap ke Pasifik, Taitung adalah rumah bagi beberapa suku asli, banyak di antara mereka mempertahankan tradisi dan hubungan dengan alam karena lokasi yang relatif terpencil.

Salah satunya adalah musik vokal polifonik suku Bunun, yang disebut 'Pasibutbut.' Dalam sebuah doa panen ke alam, Pasibutbut dinyanyikan oleh sekelompok orang Bunun yang berdiri dalam lingkaran. Mereka bernyanyi tanpa partitur dan konduktor.

Keselarasan nada dicapai dari rasa saling pengertian yang diperoleh melalui praktik dan ikatan pribadi. Selain tradisi musiknya, budaya Bunun menawarkan akses pengunjung melalui banyak festival.

(wsw/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA