Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 13 Jun 2019 22:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Roma Sudah Muak dengan Turis

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Ilustrasi Trevi Fountain (Vincenzo Pinto/AFP)
Ilustrasi Trevi Fountain (Vincenzo Pinto/AFP)
Roma - Kota Roma di Italia sudah begitu jengah dengan kehadiran turis. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya aturan yang harus ditaati oleh turis.

Traveler yang liburan ke Roma harus lebih mawas diri. Alasannya, ada banyak regulasi yang diterapkan oleh Pemerintah Roma untuk membatasi kelakuan turis yang dianggap kurang tahu adab.

Salah satunya adalah larangan untuk memakai kostum ala prajurit Roma di tempat wisata. Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Kamis (13/6/2019), larangan itu diberlakukan agar orang-orang dalam balutan kostum prajurit Roma itu tidak seenaknya menagih uang dari turis seperti diberitakan media New York Times.

Apabila traveling ke Roma, pemandangan orang memakai kostum prajurit adalah hal biasa di Trevi Fountain dan Colosseum. Masalahnya, malah jadi seperti scam atau penipuan.

Kebijakan itu pun dipertegas dengan kehadiran polisi yang siap menilang siapa pun yang memakai kostum prajurit Roma. Kalau tertangkap, bisa didenda 400 Euro atau sekitar 6,4 juta rupiah.

"Mereka datang dengan kebijakan anti Centurion (kostum prajurit Roma)," ujar pemakai kostum Centurion, Daniele Di Porto (44) pada media Wall Street Journal.

Aturan itu pun juga berlaku untuk para turis, baik yang memakai kostum prajurit Roma maupun yang berfoto dengan mereka. Tak sedikit turis yang diminta untuk menghapus fotonya.

"Kami hanya memakai kostum ini untuk bersenang-senang. saya dapat mengerti aturan itu dan sedikit lebih lega karena mengetahuinya," ujar turis Spanyol Remi Sanz seperti diberitakan media Guardian.

BACA JUGA: Venesia Bakal Denda Turis Nakal, Indonesia Bisa Contoh Tidak?

Selain larangan mengenakan kostum prajurit Roma, turis yang kedapatan makan di objek wisata juga bakal kena denda. Soalnya, makanan yang dibwa turis dianggap bisa mengotori objek wisata bersejarah di sana.

"Ini melanggar aturan? Saya tidak tahu, saya kira ini tidak apa-apa," ujar Giuseppe, turis asal Italia yang kedapatan makan pizza di dekat Trevi Fountain.

Selain dua aturan di atas, traveler juga tidak diperkenankan menarik koper beroda saat melewati tangga jalan bersejarah, mabuk hingga menyanyi di transportasi publik.

"Aturan yang lama telah diperbaharui dengan kebutuhan di era modern ini," ujar polisi Marco Cardilli seperti diberitakan media Guardian. (rdy/aff)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED