Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 28 Jun 2019 09:20 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Cinta dan Ritual Pengorbanan Diri dalam Penderitaan

Bonauli
detikTravel
Festival Thaipusam di Malaysia (iStock)
Festival Thaipusam di Malaysia (iStock)
Kuala Lumpur - Tradisi tak bisa lepas dari sikap hormat yang berlandaskan cinta. Memberikan diri dalam penderitaan, inilah Thaipusam, festival penebusan dosa Suku Tamil.

Batu Caves adalah tempat wisata di Malaysia yang populer. Sebagai kuil, tempat ini juga menjadi rumah bagi ritual penting Suku Tamil.

Ritual ini bernama Thaipusam. Dihimpun detikcom dari BBC, Jumat (28/6/2019) Thai memiliki arti nama bulan ke sepuluh di kalender Tamil. Sementara Pusam adalah salah satu nama bintang, kalau di dalam zodiak dikenal dengan nama Cancer.

Thaipusam biasanya jatuh pada purnama di antara bulan Januari dan Februari. Setiap tahunnya, warga Hindu Tamil di Malaysia datang untuk mengikuti perayaan ini.

(iStock)(iStock)
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, ritual ini bukan hanya sekadar ucapan syukur kepada dewa. Tapi juga perlu pengorbanan yang berdasarkan cinta dan hormat.

Ritual Thaipusam dimaksudkan sebagai penghormatan kepada Dewa Subramaniam. Juga ritual keagamaan yang diselenggarakan untuk merayakan kemenangan Dewa Murugan (Dewa Perang) dari iblis jahat bernama Surapadman.

Sehari sebelum festival, Suku Tamil akan berjalan tanpa alas kaki menuju Batu Caves di Kuala Lumpur. Ini menjadi tanda iman, ketekunan dan penebusan dosa bagi orang Tamil.

Tak datang dengan tangan kosong. Orang Tamil akan membawa persembahan yang disebut kavadi. Kavadi pun terbagi ke dalam 4 jenis.

(iStock)(iStock)
Persembahan yang pertama adalah Idumban Kavadi. Kavadi ini berisi ember yang diisi susu dan diikatkan pada sebuah batang yang akan diletakkan di bahu.

Kemudian ada Mayil Kavadi. Hampir sama dengan Idumban hanya saja dihiasi bulu burung merak. Bulu merak diyakini sebagai sosok Tuhan kalangan Tamil. Sosok Tuhan itu adalah Gauri yang tidak lain adalah ibu dari Dewa Murugan.

Selanjutnya Pal Kavadi, ember besi berisi susu dan dibopong hanya menggunakan satu bahu saja. Terakhir adalah Pushpa Kavadi, ember berisi susu yang diletakkan di atas kepala.

Setiap orang bisa memilih jenis kavadi yang akan dipersembahkan. Yang paling sulit adalah Idumban Kavadi. Orang yang membawa kavadi ini harus rela ditindik dengan beragam benda tajam sebagai lambang pengorbanan dan penghormatan mereka kepada dewa.

Bukan tindik biasa. Benda-benda tajam ini dikaitkan menembus kulit para pemuja yang berarak di bagian dada, punggung, wajah, hingga mulut, untuk membopong berat beban Kavadi.

(iStock)(iStock)
Semua ini dilakukan atas dasar cinta. Pengorbanan ini sebagai tanda terima kasih dan nazar atas suatu berkah.

Tak ada keluhan dari bibir orang Tamil. Meski membopong kavadi seberat 40 kg dengan rantai hampir 4 meter, wajah syukur tetap ditampilkan oleh orang Tamil.

Kavadi tak boleh dilakukan sembarangan, ada ritual khusus yang mengikutinya. Seperti menjalankan selibat, tidak minum alkohol, diet vegetarian dan puasa khusus. Ini dilakukan sebagai bentuk pembersihan diri.

Thaipusam bukan cuma sekedar kavadi. Ada berbagai cara yang dilakukan untuk mempersembahan rasa syukur. Pengunjung Batu Caves bisa melihat pencukuran rambut, doa dan jalan sambil berlutut sepanjang kuil.

(iStock)(iStock)
Kalau diperhatikan, kebanyakan pembawa kavadi adalah laki-laki. Walau demikian, tak ada larangan bagi perempuan untuk melakukannya. Hal ini semata-mata karena tradisi saja.

Perjalanan kavadi harus berakhir di kuil. Setelah tarian, para pembawa kavadi harus melepaskan semua bentuk pengorbanannya. Mereka akan masuk ke kuil dan menyiramkan susu ke altar. Ini sebagai tanda akhir dari ucapan syukur kepada Dewa Murugan.

Simak Video "Tips Biar Nggak Bingung saat Naik LRT di Malaysia!"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA