Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 16 Des 2019 07:15 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Perenang Ini Menyelam ke Pusaran Sampah Terbesar Sedunia

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Ben Lecomte menyelam mengarungi Samudra Pasifik (Foto: CNN)
Ben Lecomte menyelam mengarungi Samudra Pasifik (Foto: CNN)
Jakarta - Seorang perenang jarak jauh menyelami Samudera Pasifik. Ia mengarungi lautan hingga ke area sampah raksasa.

Seperti diberitakan CNN, perenang itu bernama Ben Lecomte. Pada bulan Juni, ia berangkat dengan kapal dari Hawaii dan berenang selama 80 hari hingga melalui area sampah laut terbesar di dunia.

Pria Prancis berusia 52 tahun, telah bermukim di AS sejak 1991. Ia berenang hingga delapan jam dalam satu hari hingga sampai ke area sampah raksasa (Great Pacific Garbage Patch). Total, dia berenang sejauh 300 mil laut.

Juga dikenal sebagai pusaran sampah Pasifik, sampah itu membentang di wilayah antara Amerika Utara dan Jepang sekitar 1,6 juta kilometer persegi atau tiga kali ukuran Perancis, dua kali lipat ukuran Texas.

Great Pacific Garbage Patch dibatasi oleh gelombang besar. Itu merupakan arus samudera berputar yang menarik sampah ke arah pusat dan menjebaknya di sana, menciptakan pusaran sampah.


Sebuah survei baru-baru ini memperkirakan bahwa setidaknya 79.000 metrik ton plastik berputar di sekitar area itu. Sekitar 10-20% dari puing-puing sampah yang tersapu ke laut dibawa oleh Tsunami Tohoku yang melanda pantai Jepang pada tahun 2011.

Sebagian sampah terurai, tetapi tidak bagi yang terbuat dari plastik. Sebaliknya, plastik yang dihantam gelombang dan dipecah oleh sinar matahari menjadi potongan-potongan kecil atau mikroplastik.

Lecomte tidak terkejut saat menemukan sikat gigi, tas plastik, mainan pantai anak-anak, jaring ikan, tong sampah dan keranjang cucian. Lebih dari itu, ia dikejutkan oleh konsentrasi plastik yang tinggi dan mengubah lautan menjadi keruh.

Saat air berombak mikroplastik tidak terlihat dari permukaan tapi didorong semakin ke bawah hingga kedalaman 5 meter. "Dari sudut pandang perenang, itu seperti menatap langit yang sedang hujan bersalju," katanya kepada CNN.

Lecomte mengatakan tidak berbahaya untuk berenang. Ia bisa bermanuver di sekitar puing-puing sampah yang besar dan mengenakan alat snorkel. Jadi sedikit kemungkinan menelan mikroplastik.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3
BERITA TERKAIT
BACA JUGA