Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 21 Feb 2020 21:32 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Salju Langka, Resor Ini Menggotongnya dari Puncak Gunung

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Salju di Resor Ski Eropa
Kelangkaan salju di salah satu resor ski Prancis (Foto: CNN)
Jakarta -

Kekurangan salju gara-gara cuaca yang lebih hangat, sebuah resor ski di Prancis terpaksa 'mengimpor' salju. Ya, helikopter dikerahkan untuk membawa salju dan kemudian menebarkannya di lereng sekitar resor.

Dilansir CNN, Jumat (21/2/2020) pengambilan salju secara manual ini karena suhu menghangat di sana. Sejumlah foto memperlihatkan momen itu ketika helikopter membawa salju yang diambil dari gunung-gunung terdekat.

Resor ski yang kehilangan salju ini bernama Superbagneres yang berlokasi di Pyrenees, Prancis. Ada helikopter membawa sekantung besar salju ke daerah itu, lalu membuangnya ke tanah.

Pejabat dari dewan Haute-Garonne mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa langkah itu diperlukan untuk memastikan resor ski tetap beroperasi dalam masa liburan sekolah yang akan datang. Suhu di sana di atas 10 derajat celcius, terlalu hangat untuk membuat salju secara buatan.

Langkah pengambilan salju secara manual itu memicu kecaman, termasuk dari Menteri Ekologi Prancis, Elisabeth Borne, yang mencuit di Twitter bahwa mengangkut salju dengan helikopter adalah sebuah cara yang tidak mungkin dilakukan.

Pengambilan salju dari satu lokasi ke lokasi lain juga dilakukan panitia piala dunia ski lintas-negara bulan lalu di Nove Mesto na Morave, Republik Ceko. Mereka harus mempertebal jalur lintasan ski agar dapat melanjutkan kompetisi.

Para ahli mengatakan bahwa olahraga salju cenderung lebih sulit di masa depan karena perubahan iklim. Pemanasan suhu secara global membuat musim ski menjadi terasa lebih singkat.

Salju Langka, Resor Ini Menggotongnya dari Pucuk GunungKelangkaan salju di salah satu resor ski Prancis (Foto: CNN)

Laporan Komite Olimpiade Internasional (IOC) memperkirakan bahwa peningkatan 1 derajat celcius akan mendorong garis salju naik menjadi 150 meter.

Menurut NASA, suhu global sekarang lebih hangat 0,98 derajat Celsius daripada rata-rata tahun 1951-1980. Dampak pemanasan ini sudah terlihat pada kedalaman salju.

Para ilmuwan dari Royal Netherlands Meteorological Institute melihat data kedalaman salju dari 1.131 stasiun cuaca di seluruh Eropa. Mereka menemukan bahwa rata-rata kedalaman salju telah menurun lebih dari 12% dalam satu dekade selama 66 tahun terakhir.

IOC mengatakan suhu pemanasan adalah berita buruk bagi resor ski. Mereka yang terletak di bawah ketinggian 1.000 meter dipastikan tak kebagian salju.

Nove Mesto, yang terletak hanya 600 meter di atas permukaan laut, adalah contoh utama terdampak langkanya salju ini.

Kelangkaan salju semakin memburuk

Sebagian besar ilmuwan sepakat bahwa pemanasan global akan berlanjut di masa depan. Pertanyaannya adalah seberapa parah?

Tujuan dari Perjanjian Iklim Paris, yang ditandatangani sebagian besar negara di dunia adalah untuk membatasi pemanasan global hingga di bawah 2 derajat celcius pada akhir abad ini. Tujuan ambisius itu mengharuskan sebagian besar negara di dunia untuk secara drastis mengurangi emisi karbon mereka.

Amerika Serikat, penghasil emisi terbesar kedua di dunia, telah menarik diri dari kesepakatan di bawah komando Presiden Donald Trump.

Karena perubahan iklim, dari 21 kota yang pernah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin mungkin nanti hanya terbatas menjadi 13 kota saja. Kota-kota itu masih cocok untuk olahraga musim dingin hingga tahun 2050.



Simak Video "Lebih Ngeri dari Corona, Kondisi Bumi 50 Tahun Lagi Diprediksi Tak Layak Huni"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA