Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 21 Mei 2020 03:21 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Solidaritas Sedekah Makanan Antarpelajar Indonesia di Kota Sufi

Fathimah Azzahra
detikTravel
Puasa di Konya, Turki
Foto: (Fathimah Azzahra/Istimewa)
Konya -

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci nan mulia bagi umat Islam di seluruh dunia. Dalam Al-Qur'an maupun hadis banyak terdapat dalil yang mengatakan betapa mulianya Bulan Ramadhan.

Yakni merupakan bulan Al Qur'an, bulan di mana pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup, bulan ketika setan-setan dibelenggu, juga bulan berlimpah pahala. Amalan apapun yang kita kerjakan di Bulan Ramadhan, akan dilipatgandakan kebaikannya oleh Allah SWT dibandingkan pada bulan- bulan lainnya.

Karena berbagai keistimewaan ini lah, tidak heran bahwa Bulan Ramadhan menjadi momen terbaik bagi setiap muslim untuk bertaubat serta memperbanyak ibadah dan amal soleh lainnya. Semua muslim berlomba-lomba mencari pahala, tak terkecuali teman-teman mahasiswa Indonesia di Konya. Konya merupakan salah satu kota di daerah Anatolia Tengah, Turki.

Puasa di Konya, TurkiPuasa di Konya, Turki Foto: (Fathimah Azzahra/Istimewa)


Kota Sufi menjadi salah satu sebutannya karena terkenal sebagai pusat sufi. Memiliki tata kota yang cantik dan lingkungan yang nyaman untuk belajar, membuat Konya ramai dipilih oleh pelajar Internasional sebagai tempat berkuliah, termasuk pelajar Indonesia.

Sebagai mahasiswa Indonesia di Konya, saya merasa senang dan tersentuh dengan tradisi baru yang tumbuh di lingkungan kami para pelajar Indonesia pada Ramadhan ini.

Bertepatan dengan kondisi lockdown dan karantina terkait kasus virus Corona yang tak kunjung usai, Ramadhan kali ini memiliki suasana yang baru dan berbeda. Mengikuti aturan pemerintah Turki pada pertengahan Maret lalu, seluruh asrama pemerintah di Konya ditutup kecuali dua asrama, yaitu satu asrama laki-laki dan satu asrama perempuan.

Seluruh mahasiswa asing penghuni asrama dipindahkan untuk tinggal bersama di asrama karantina tersebut, termasuk kami mahasiswa Indonesia.

Lengkap dengan aturan-aturan ketat yang diberlakukan, kami sudah tinggal di asrama ini selama dua bulan terhitung sejak pertengahan Maret, tanpa boleh keluar asrama kecuali untuk hal super penting.

Mengetahui kondisi ini, teman-teman kami yang bertempat tinggal di rumah pun tergerak untuk mengirimkan paket masakan Indonesia ke tiap asrama.

Hal ini dilakukan sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Mendapat kiriman bakso untuk pertama kali benar-benar membuat saya terharu sekaligus senang, betapa baiknya teman-teman kami di rumah. Solidaritas yang dapat saling menguatkan di tengah kebosanan masa pandemi.

Puasa di Konya, TurkiPuasa di Konya, Turki Foto: (Fathimah Azzahra/Istimewa)


Memasuki Ramadhan, ternyata semakin banyak teman-teman lain yang bergantian mengirimkan makanan berbuka puasa ke asrama kami. Tidak hanya satu rumah, penghuni rumah- rumah lain turut melakukannya. Dan bukan cuma sekali, melainkan beberapa kali.

Makanan yang dikirim pun tidak main-main, yaitu masakan Indonesia lengkap dengan dessert lezat dan pelengkap lainnya.

Ada bakso, ayam goreng, kari ayam, capcay, telur kecap, donat, dan banyak lagi. Yang perlu kita ingat juga, anak asrama itu tidak sedikit lho jumlahnya.

Sebaik itu ya ternyata teman-teman kita, mau meluangkan waktu berharganya untuk memasak makanan dalam porsi besar. Saking banyaknya paket makanan yang kami terima, syukur dan kagum terus terucap dalam hati.

Menariknya, tidak hanya ditujukan ke dua asrama karantina pemerintah, tradisi kirim- mengirim makanan juga dilakukan ke teman-teman yang bertempat tinggal di asrama swasta. Makanan buka puasa berseliweran di lingkup pelajar Indonesia di Konya.

Anak rumah mengirim untuk anak asrama, anak asrama memesankan makanan untuk anak rumah, anak asrama mengirim ke asrama lainnya, semua saling berbagi sedekahnya masing-masing.

Kabar gembira ketika ada yang mendapat kiriman paket ini sering kami bagikan di grup WhatsApp bersama.

Melihat pesan teman- teman dengan berbagai ekspresi bahagianya, membuat saya ikut senang dan bersyukur atas nikmat yang Allah beri di masa seperti sekarang. Tak mau ketinggalan, di dalam asrama pun sedekah bagi-bagi takjil juga sering kami lakukan.

Puasa di Konya, TurkiPuasa di Konya, Turki Foto: (Fathimah Azzahra/Istimewa)


Kamar-kamar kami bergantian melakukan open house makan takjil bersama, seperti es buah dan makanan lainnya.

Terbesit akan dalil tentang keutamaan memberi makan buka puasa untuk orang lain, lagi-lagi saya beryukur sebab kita masih diingatkan oleh-Nya tentang amalan luar biasa ini. Sungguh, Ramadhan 1441 H menjadi pengalaman yang berbeda dan berkesan.

Masa karantina memang mengajarkan kita banyak hal. Mengubah kehidupan kita dari banyak segi. Dan semoga mampu mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi dengan segala ilmu dan amal yang kita teguk selama ini.

Pada akhirnya, rasa syukur dan bahagia masih tetap menyelimuti. Kebersamaan di asrama maupun dengan teman-teman lain dengan cara berbeda seperti ini tentunya menjadi hal baru bagi saya dan kebanyakan orang.

Saya melihat hal tersebut adalah salah satu hikmah terbesar yang kami dapat dari lamanya menjalani karantina Corona di tanah rantau.

Menjadi keluarga layaknya keluarga, menambah kedekatan dan kepedulian pada sesama pelajar Indonesia di Konya, dan berbagai kebersamaan lainnya.

Tradisi sedekah mengirim makanan ini tumbuh dengan baik di lingkungan kami, menjadikan suasana fastabiqul khoirot makin terasa di bulan yang suci ini.

Semoga tradisi-tradisi baru yang bernilai kebaikan dapat terus bermunculan, serta senantiasa bertahan sampai akhir Ramadhan dan seterusnya. Dan semoga kita selalu diistiqomahkan oleh Allah dalam hal kebaikan serta diiringi kebersamaan dengan orang-orang baik.

Fathimah Azzahra
Mahasiswi S1 jurusan Teknik Mesin dan Teknologi Pertanian, Selçuk University, Turki. Tahun ini
memasuki tahun ke-4 tinggal di Kota Konya bersama keluarga PPI Konya.

---------

Para pembaca detikcom, bila Anda juga mahasiswa Indonesia di luar negeri dan mempunyai cerita berkesan saat Ramadhan, silakan berbagi cerita Anda 300-1.000 kata ke email: ramadan@detik.com cc abdulfatahamrullah@ppi.id, dengan subjek: Cerita PPI Dunia. Sertakan minimal 5 foto berukuran besar karya sendiri yang mendukung cerita dan data diri singkat, kuliah dan posisi di PPI.



Simak Video "Arsitektur Masjid Sancaklar yang Antimainstream"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA