Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Agu 2020 10:35 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Phongsali, Surga Tersembunyi di Laos Utara

Lena Ellitan
detikTravel
Phongsali, Surga Tersembunyi di Laos Utara
Foto: Lena Ellitan/d'Traveler
Jakarta -

Phongsali adalah sepotong luas wilayah yang terjepit di antara provinsi Yunnan China dan provinsi Lai Chau di Vietnam.

Phongsali adalah ibu kota provinsi paling utara Laos yang bertengger tepat di bawah puncak Phou Fa yang artinya adalah "Gunung Langit". Setelah matahari terbenam di bawah cakrawala, hawa dingin mulai terasa menusuk tulang. Ketika malam cerah dan kita padamkan lampu maka kita dapat melihat pemandangan langit tak tertandingi. Begitulah kiranya syahdunya suasana malam di pedesaan Phongsali.

Ketika pagi tiba maka kita dapat menikmati udara pegunungan yang sejuk, dan pedesaan sekitarnya yang menakjubkan yang benar-benar membuat kita terpesona. Mungkin kita adalah orang asing yang menjadi pusat perhatian penduduk pedesaan ataupun di pasar karena kawasan ini memang masih sedikit sekali orang asing.

Beberapa bangsa kulit putih memang sudah menjelajah wilayah ini karena mereka lebih menyukai alam dan trekking yang masih sepi di sini. Phongsali adalah kota ini adalah tempat yang tepat untuk melakukan perjalanan semalam ke desa-desa dan menemui suku pegunungan yang mempesona dan tinggal di provinsi ini.

Phongsali adalah sepotong luas wilayah yang terjepit di antara provinsi Yunnan China dan provinsi Lai Chau di Vietnam. Provinsi Phongsali pasti akan menjadi bagian dari China saat ini jika bukan karena Prancis abad kesembilan belas yang menguasai wilayah ini.

Selama Perang Indochina Kedua, Phongsali berada di bawah pengaruh Tiongkok yang kuat, sebuah fakta yang terbukti di bekas konsulat Tiongkok yang seperti benteng, sekarang Hotel Phou Fa. Selama waktu inilah pula sebagian besar provinsi dikuras hasil kayu hutannya sebagai kompensasi atas dukungan China untuk Pathet Lao.

Penduduk kota ini terdiri dari penganut Buddha Theravada, orang Phu Noi yang berbahasa Tibeto-Burman, dan Chinese Haw yang merupakan keturunan pedagang Yunnan yang setiap tahun mengemudikan karavan kuda poni ke selatan menuju Siam kuno.

Di lereng tepat di belakang Phongsaly Hotel adalah kawasan tua kota. Mengembara melalui jalur yang ramah namun tampak abad pertengahan ini seperti melangkah mundur ke masa lalu. Diselingi di antara rumah-rumah jongkok dari batu bata lumpur dan papan yang dipahat kasar terdapat beberapa arsitektur yang menonjol, termasuk satu bangunan khas China dengan fasad kayu berukir indah yang terlihat seperti berada di jalan belakang Kunming kuno.

Tiga jalan utama di kawasan itu sejajar dan kemudian bertemu di lapangan basket besar, yang mengarah ke jalan raya komersial utama Phongsali, jalan yang rapi dengan ruko-ruko rendah, beberapa dengan atap yang terbuat dari drum minyak yang dipalu rata dan ditata seperti sirap.

Pasar terdekat cukup kecil, mengingat ini adalah ibu kota provinsi, disini biasanya saya selalu berburu makanan murah, berbagai olahan makanan local Phongsali. Jika kita dapat naik ke bukit Phou Fa, maka kita dapat menikmati pemandangan kota dan pedesaan sekitarnya yang sangat indah pada hari yang cerah.

Bagi saya pribadi, daya tarik utama kunjungan ke Phongsali adalah kesempatan untuk melakukan perjalanan di kawasan yang indah, dan belum begitu banyak pejalan sampai di tempat terpencil. Ketika kita mendapatkan tiket ke Luang Prabang, carilah sebanyak-banyak kawasan bagian utara Laos yang indah dan patut untuk kita nikmati dalam daftar penjelajahan, dan kita akan sangat bersyukur mendapatkan kesempatan dan pengalaman seperti ini.

----

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Lena Ellitan dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "RI dan Laos Teken Kerja Sama di Bidang Hukum"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA