Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Sep 2020 10:34 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Menyambangi Negeri Para Dewa saat Pandemi

Ristiyanti Handayani
detikTravel
Parthenon Yunani
Parthenon, Yunani (Foto: Ristiyanti Handayani/d'traveler)
Athena -

Berwisata saat pandemi memang terasa berbeda. Bersyukur kami masih bisa berlibur ke negara tetangga Yunani, negeri para dewa.

Saat situasi pandemi seperti sekarang, banyak negara yang menutup diri atau lockdown sebagai salah satu jalan meminimalisir penyebaran virus COVID-19. Hal tersebut berimbas pada sektor pariwisata.

Para turis mancanegara, tidak lagi mudah keluar masuk antar negara hanya berbekal dokumen perjalanan. Semua jenis transportasi penunjang perjalanan, baik darat, laut maupun udara, pun mengalami perubahan dan hambatan.

Setiap negara memberlakukan aturan ketat, sesuai situasi pandemi di negaranya masing-masing. Dunia memang sedang mengalami perubahan global. Tidak sedikit negara yang membuat daftar, negara mana saja yang boleh dikunjungi, dan penduduk negara mana yang dilarang masuk suatu negara.

Pemerintah Kerajaan Belanda pun menghimbau warganya, untuk melakukan perjalanan wisata hanya ke negara-negara tertentu. Dari daftar negara yang dianjurkan pemerintah, pada akhirnya saya pun memilih liburan pendek ke negara Yunani.

Untuk pertama kalinya saya terbang dengan pesawat Boeing yang penumpangnya begitu sedikit, lengang dan lapang, serasa pesawat pribadi!

Setelah terbang sekitar 3 jam dari Schiphol, sampailah saya di Bandara International Athena. Dari bandara kami menuju hotel di pusat kota Athena, dengan menggunakan taksi.

Keesokan harinya, segera setelah sarapan pagi di hotel, dengan berjalan kaki sekitar 20 menit, kami telah berada di sekitar kawasan wisata sejarah Akropolis dan Parthenon.

Untuk mencapai Akropolis dan Parthenon kami harus berjalan mendaki. Cukup melelahkan di cuaca yang panas, di bawah teriknya sinar matahari.

Akropolis ini adalah tebing berpuncak datar dengan ketinggian 150m (490ft) di atas permukaan laut di kota Athena, dengan area permukaan seluas 3 hektar. Tempat ini juga dikenal sebagai Kekropeia, yang namanya berasal dari nama Kekrops, raja pertama Athena yang dikisahkan berwujud separuh ular. Akropolis Athena adalah yang paling terkenal dari banyak akropolis dari Yunani kuno.

Akropolis Athena yang dikenal sekarang awalnya dibangun pada abad ke-5 SM di bawah Pericles, seorang gubernur Athena. Tetapi lokasinya sendiri telah diselesaikan lebih jauh dari itu, yaitu 4.000 SM.

Adapun Parthenon, adalah kuil untuk dewi Athena yang dibangun di puncak bukit tertinggi di kota Athena, yaitu di Akropolis (Kota Tinggi). Pada Zaman Perunggu Akhir, sekitar tahun 1300 SM, Akropolis merupakan tempat tinggal para raja, sekaligus merupakan tempat pertahanan terakhir jika kota Athena diserang.

Parthenon berdiri sebagai simbol kejayaan Athena selama berabad-abad lamanya. Parthenon secara luas dianggap sebagai contoh arsitektur Yunani kuno yang paling signifikan.

Patung-patung yang indah di Parthenon dianggap sebagai beberapa contoh terbaik dari seni Yunani kuno, sekaligus juga melambangkan budaya Yunani kuno yang tinggi.

***

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Ristiyanti Handayani dan sudah tayang di d'Travelers Stories. Anda punya pengalaman liburan lainnya, segera kirim ke detikTravel lewat tautan ini.



Simak Video "12 Kru Positif Corona, Kapal Pesiar 'Lockdown' di Yunani"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA