Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 28 Sep 2020 07:10 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Larung Gar, Kampung Biksu Terbesar Dunia

Bonauli, Bonauli
detikTravel
Larung Gar
Larung Gar (Getty Images/iStockphoto)
Tibet -

Tibet menjadi kiblat dari para biksu dunia. Di sana pula hidup para biksu yang belajar dan mendalami agama Buddha. Nama tempat ini adalah Larung Gar atau disebut juga Institut Buddha Serthar. Berada di Lembah Larung, yang masuk dalam Prefektur Garze, China, tempat ini menjadi kampus biksu terbesar dunia.

Larung Gar didirikan pada tahun 1980 oleh seorang lama bernama Jigme Phuntsok. Dengan tradisi dan budaya Tibet, perguruan yang tadinya kecil berkembang pesat.

Pemilihan lembah ini sebagai tempat belajar agama awalnya untuk membuat biksu dan biksuni fokus. Lembah Larung dulunya tak pernah dijamah manusia dan minim akses.

Namun semakin banyaknya biksu dan biksuni membuat Larung Gar jadi pemukiman. Biksu, biksuni dan siswa lainnya mulai menetap dan membangun rumah mereka dekat dengan kampus.

Larung GarLarung Gar Foto: (Getty Images/iStockphoto)

Tadinya pemukiman hanya berada di sekitar area biara. Lama kelamaan lembah tersebut mulai padat dan meluas ke area pegunungan. Kira-kira sudah ada lebih dari 40 ribu jiwa yang tinggal di sana.

Uniknya, semua bangunan rumah dibangun dengan gaya tradisional. Semuanya terbuat dari kayu dan dicat merah dan memiliki ruangan sepanjang 2 meter saja.

Tiap ruangan hanya berisi satu kasur lipat, kompor kecil dan cerobong asap. Ruang pemanas dan toilet dan ruang bilas digunakan bersama-sama.

Satu bangunan rumah bisa dibangun dalam waktu 5-6 hari saja. Biksu, biksuni dan siswa harus meninggalkan kemewahan duniawi dan fokus memperdalam agama.

Akademi ini terbuka untuk siapa pun yang ingin mendalami agama Buddha. Siswanya mulai dari mereka yang berumur 5-100 tahun, lho!

Larung GarLarung Gar Foto: (Getty Images/iStockphoto)

Para siswa akan belajar soal budaya, medis, literatur, astronomi, dan meditasi selama 3-4 jam sehari. Mereka mengaku mendapat kedamaian dengan rutinitas tersebut.

Layaknya perkampungan, Larung Gar jauh dari kata kolot. Di sana sudah ada restoran untuk para siswa dan listrik dengan tenaga surga. Tadinya akademi ini dibuka untuk aktivitas wisata. Namun kini tak boleh ada pengunjung agar para biksu bisa memperdalam agama dengan tenang.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA