Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 30 Apr 2021 04:03 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Babi Disembelih di Depok, di Israel Malah Hidup Rukun dengan Warga

Putu Intan
detikTravel
Wild boars gather in a residential area in the northern Israeli city of Haifa on December 5, 2019. - Dozens of wild pigs have taken up residence inside the coastal city of Haifa in northern Israel, after the city banned culling. They rip up vegetation and rummage through bins, sparking a fierce debate between animal rights defenders and those in favour of driving away or killing them. The pigs have long entered the city at night looking for food and water but residents say in recent months they have been increasingly brazen -- standing in the middle of streets without fear, digging up public gardens and even overturning large refuse bins. (Photo by MENAHEM KAHANA / AFP)
Babi hutan di Haifa. Foto: AFP/MENAHEM KAHANA
Haifa -

Masyarakat di Kota Haifa, Israel tak ambil pusing dengan babi hutan yang berkeliaran di jalan. Babi hutan malah menjadi ikon lokal kota itu.

Belakangan ini publik dihebohkan dengan penyembelihan babi yang dilakukan sekelompok warga di Depok. Hal tersebut dilakukan lantaran warga menganggap babi tersebut merupakan babi ngepet. Belakangan diketahui dari penyelidikan kepolisian, kalau itu babi beneran, bukan babi ngepet.

Tapi tak hanya di Depok, kejadian munculnya babi ke tengah permukiman warga sebenarnya juga terjadi di berbagai tempat. Tak terkecuali di Israel.

Dilansir dari Oddity Central, sebuah kota di Israel Utara yakni Haifa sudah terbiasa berbagi jalan dengan babi hutan. Mereka tak lagi kaget bila tiba-tiba ada babi melintas atau mengobrak-abrik sampah. Hewan ini disebut menjadi bagian dari budaya lokal mereka.

Uniknya, babi hutan ini seolah beradaptasi dengan kehidupan perkotaan dan tak takut dengan manusia. Mereka kerap kali berjemur di siang hari dan tidak peduli pada orang-orang yang berjalan melewati mereka.

Babi hutan ini umumnya tak menyerang manusia sehingga masyarakat merasa tak ada pilihan lain selain membiasakan diri untuk hidup berdampingan dengan para babi hutan ini.

Bagi sebagian besar daerah di dunia, melihat babi hutan berlarian di jalanan kota dan desa mungkin akan meresahkan. Tapi penduduk Haifa justru melihatnya seperti tupai yang asyik berkeliaran.

Pada tahun 2019, penduduk Haifa melaporkan ada 1.328 penampakan babi hutan kepada pihak berwenang. Jumlah itu diperkirakan meningkat pada tahun 2020 akibat lockdown COVID-19. Kala itu, berbagai satwa turun ke jalan untuk mencari makan.

Meskipun penduduk terlihat tenang saja dengan kehadiran babi hutan, tak dapat dipungkiri ada juga penduduk yang kontra dengan eksistensi babi hutan di permukiman mereka. Mereka yang tak nyaman berusaha untuk memagari tong sampah, taman, dan jurang yang menjadi asal babi hutan. Tapi usaha itu tak mampu menjauhkan para babi dari tempat mereka.

Mereka yang kontra juga memiliki argumen mengapa babi hutan sebaiknya pergi dari lingkungan mereka. Mereka khawatir hewan liar ini akan menularkan penyakit dan menjadi hama berbahaya. Mereka melaporkan babi hutan yang menggigit warga sampai mencuri barang.

Di sisi lain, para pengamat menyebut masuknya babi hutan ke permukiman dan area perkotaan ini terjadi mulai 2016. Penyebabnya adalah kebakaran besar yang menghancurkan habitat alami mereka.

Babi hutan kemudian berpindah habitat karena mereka tertarik pada tempat yang memiliki banyak makanan. Mereka menemukan kebutuhan itu di kota.



Simak Video "Petani di Tasikmalaya Diseruduk Babi Hutan Hingga Patah Tulang"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA