Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 03 Jun 2021 08:12 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mitos Mahkota Kerajaan Inggris: Jika Berliannya Copot, Akan Ada Malapetaka

Hari Suroto
detikTravel
mahkota ratu inggris
Foto: Mahkota Ratu Inggris (Getty Images)
London -

Kerajaan Inggris menjadi monarkhi konstitusional tertua di dunia. Ternyata, ada mitos unik tentang mahkota yang dikenakan ratu Inggris. Bagaimana kisahnya?

Kerajaan Inggris diperintah oleh parlemen bersama raja, setelah Raja John menandatangani Magna Carta pada 1215, yang menyetujui bahwa wakil-wakil dari berbagai daerah akan berkumpul saban tahun untuk membantu raja dalam hal undang-undang pajak.

Dalam pemerintahan Inggris modern, raja atau ratu yang bertakhta di Inggris hanyalah sebatas kepala negara, sedangkan pemerintahan dijalankan oleh perdana menteri bersama kabinetnya di bawah pengawasan parlemen.

Menurut tradisi kerajaan Inggris, seorang raja yang baru, akan dinobatkan dalam upacara di Gereja Westminster Abbey di hadapan keluarga kerajaan dan bangsawan. Upacara ini akan berlangsung selama 6 jam.

Saat yang paling penting adalah waktu raja berlutut dan Uskup Agung Canterbury akan memasangkan mahkota di kepala raja.

Mitos yang dipercaya oleh sebagian orang Inggris adalah jika ada berlian yang jatuh dari mahkota saat penobatan, maka itu adalah firasat buruk, menandakan malapetaka akan terjadi.

Hal ini pernah terjadi pada tahun 1760, saat George III dinobatkan sebagai raja Inggris. Saat itu, sebuah berlian yang terbesar lepas dan jatuh dari mahkotanya.

Pada masa pemerintahan Raja George III, Kerajaan Inggris kehilangan 13 koloninya di Amerika. Ketigabelas koloni ini menyebut dirinya sebagai Amerika Serikat yang memerdekakan diri dan lepas dari kerajaan Inggris pada 4 Juli 1776.

Pernyataan kemerdekaan AS disusun oleh Thomas Jefferson, yang berbunyi 'Bahwasanya manusia itu dilahirkan sama dan Tuhan menganugerahkan hak yang sama kepadanya. Manusia itu berhak hidup, berhak merdeka dan berhak mencari kebahagiaan'.

Pernyataan kemerdekaan AS itu disalin ke dalam segala bahasa dan disebarkan di seluruh negara di Eropa. Setelah Raja George III membacanya, bersumpahlah bahwa ia tak akan mau mengakui kemerdekaan koloni-koloninya di Amerika.

Perang kemerdekaan Amerika pun terjadi, dalam perang ini, Amerika dibantu oleh Perancis. Perang berakhir setelah Jenderal Cornwallis beserta pasukan Inggris menyerah pada 9 Oktober 1781.

Pada 19 April 1783, akhirnya di depan parlemen Inggris, Raja George III mengumumkan pengakuan kemerdekaan Amerika, "Mudah-mudahan persamaan agama dan bahasa serta rasa cinta akan mengeratkan hubungan antara Inggris dan Amerika," ucap George III.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Pangeran Harry: Hidup di Kerajaan Inggris Seperti di Kebun Binatang"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA