Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 10 Agu 2021 17:40 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mungkin, Inilah Tempat Terbaik untuk Menyelamatkan Bumi

bonauli
detikTravel
Midnight Sun di Islandia
Islandia (Getty Images/iStockphoto/Leamus)
Reykjavik -

Islandia menjadi negara dengan sumber daya yang melimpah. Jauh sebelum era pariwisata jadi tren, negara ini menyadari bahwa tanah mereka sungguhlah kaya.

Dilansir dari DW, Islandia memiliki sebutan spesial dari para ilmuwan namanya "Kawasan yang aktif secara vulkanik". Salah satu tempat spesialnya adalah kawasan Hellisheidi, sebelah timur ibukota Reykjavik.

Sebelum terkenal sebagai wisata sumber air panas, tempat ini menjadi produksi listrik dan panas sejak tahun 2006. Saat ini Hellisheidi menjadi salah satu instalasi penghasil energi panas bumi terbesar dunia.

Belakangan ini, Hellisheidi tengah disorot karena perusahaan Carbfix. Carbfix adalah perusahaan sumber daya alam yang menyimpan CO2 di bebatuan. Dari sinilah awal mula kemungkinan penyelamatan bumi dari krisis iklim.

Yang kami lakukan di sini sangat mudah.Kami menyedot udara dari atmosfir ke dalam mesin ini.Di dalamnya, CO2 dicampur dengan bahan kimia. Udara yang kemudian keluar setelahnya, jadi jauh lebih bersih. Udara itu kandungan CO2-nya jauh lebih kecil dibanding udara yang disedot di bagian depan." Demikian dijelaskan Edda Aradottir, direktur perusahaan Carbfix.

Carbfix mulai mengoperasikan penyedot CO2 ini delapan tahun lalu,juga dengan dukungan dana penelitian Uni Eropa. Sekarang kapasitasnya sudah mencapai ribuan ton CO2.

"Di sini bisa dilihat sebuah pipa yang masuk ke dalam tanah. Pipa ini menyalurkan CO2 yang kami hisap dari atmosfir,dan dicampur dengan air, ke dalam tanah di bawah kita,hingga ke dalaman ratusan meter," jelasnya.

Di dalam tanah CO2 akan bereaksi dengan batuan beku basalt dan tersimpan permanen. Ini metode yang berfungsi baik di dalam batuan vulkanik.

"Bisa dilihat di sepotong batuan beku basalt, semua CO2 yang memenuhi ruang-ruang kosong, juga dipori-porinya. Jadi semua pori-pori yang tampak terbuka, masih bisa diisi CO2, tergantung sebanyak apa yang dimasukkan," ungkapnya.

Teknologi ini masih terbilang mahal karena memerlukan air dalam jumlah besar dan karakter tanah tertentu. Namun para pendiri Carbfix yakin bahwa dalam 30 tahun ke depan, teknologi ini akan menjadi kontribusi besar dalam mengurangi emisi CO2 di seluruh dunia.

Saat ini hanya beberapa negara di dunia yang bisa merasakan perubahan iklim sejelas Islandia. Kawasan gletser raksasa di sana semakin mengecil. Para ilmuwan yakin, dalam 150 tahun ke depan, formasi es yang umurnya sudah ribuan tahun itu akan hilang.

Juga karena itu, pemerintah Islandia bersama menteri lingkungan hidupnya membalikkan haluan. Negara di samudra Atlantik itu, ingin berstatus karbon netral hingga 2040 nanti. Dalam hal ini, teknologi baru,dan kepercayaa n masyarakat lokal akan kekuatan alam akan membantu.

Ya, Islandia punya kepercayaan lokal tentang sebuah saga, makhluk jahat yang disebut trol akan berubah menjadi batu jika terkena cahaya matahari.

Itulah yang kami coba di sini, mengubah CO2 menjadi batu, seperti dalam saga Trol dan matahari," ungkap Menteri Lingkungan Hidup Islandia, Gudmundur Ingi Gudbrandsson.



Simak Video "Pertama dalam Sejarah, Parlemen di Islandia Didominasi Perempuan"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA