Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 03 Des 2022 06:11 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

4 Pasar Tidak Biasa di Dunia, Jual Istri dan Barang untuk Santet

Tim detikcom
detikTravel
The Akodessawa Fetish Market or Marche des Feticheurs is located in Lomé, the capital of Togo in West Africa. The market is largest voodoo market in the world.
Pasar Jimat Togo di Afrika Barat (Thinkstock)
Jakarta -

Banyak pasar-pasar yang menjual barang tidak biasa, atau bukan barang sandang pangan. Berikut pasar di dunia yang menjual istri sampai ke daging ekstrim. Berani ke sini?

Dirangkum detikcom, Jumat (2/12/2022) berikut pasar-pasar di dunia yang unik dan menyeramkan yang menjual barang-barang tidak biasa.

1. Pasar Voodoo

Dari nama pasarnya tentu kamu tahu di sini yang dijual adalah semua hal yang berhubungan dengan santet atau ilmu hitam. Pasar ini berada di Pasar Akodessewa di Togo, Afrika.

Jadi jangan kaget ya jika kamu melihat pemandangan organ tubuh binatang, tulang, kepala buaya, bahkan sampai boneka voodoo yang legendaris dapat dijumpai. Traveler yang datang juga tidak hanya dapat melihat, namun juga membeli barang yang dijajakan di pasar tersebut.

Tapi walau terdengar ngeri, gambaran voodoo yang menyeramkan seperti di film ternyata tidak benar. Bagi orang Afrika, atribut voodoo juga disebut sebagai jimat keberuntungan yang dapat membawa kebaikan dan keberuntungan bagi penggunanya.

The Akodessawa Fetish Market or Marche des Feticheurs is located in Lomé, the capital of Togo in West Africa. The market is largest voodoo market in the world.The Akodessawa Fetish Market or Marche des Feticheurs is located in Lomé, the capital of Togo in West Africa. The market is largest voodoo market in the world. Foto: (Thinkstock)

2. Pasar Beriman

Jangan terkecoh ya dengan namanya, pasar yang ada di Tomohon, Sulawesi Utara ini terkenal dengan kuliner ekstremnya. Di pasar ini para pedagangnya menjual beragam daging hewan, mulai dari yang umum sampai yang tidak umum.

Sebut saja babi, anjing, kelelawar, tikus hutan, ular, biawak, dan hewan lainnya. Kalau candaannya orang Tomohon "Kita makan semua hewan baik berkaki atau tidak. Jika kaki meja dan kaki kursi bisa dimakan, kita akan makan,". Memang warga di sana dikenal menyukai kuliner ekstrim.

Kelelawar di Pasar TomohonSuasana di Pasar Tomohon Foto: Getty Images

3. Brides Market di Bulgaria

Bergeser ke Eropa, ada namanya Brides Market di Bulgaria. Tepatnya berlokasi di Kota Stara Zagora, yang diadakan tiap empat tahun sekali. Kadang di hari-hari libur nasional atau hari-hari besar lainnya, tapi yang paling ramai adalah saat hari Sabtu pertama di tengah bulan Maret.

Dari namanya saja tentu kamu dong di sini tempat menemukan jodoh. Kamu akan melihat muda-mudi dari Suku Kalaidzhi Roma akan memakai pakaian terbaik mereka dan tampil necis.

Yang gadis memakai gaun dan merias wajahnya dengan make up agar terlihat cantik, sedangkan para pria ada yang tampil perlente. Tujuannya tentu saja, agar membuat dirinya makin menarik.

Pasar JodohPasar Jodoh Foto: (AFP)

Umur mereka juga masih muda-muda, malah ada yang masih berusia 15 tahun. Namun rata-rata, umurnya 20-an tahun. Para orang tua pun mendampingi, dengan ketat menyeleksi calon yang siap menjadi pasangan anak-anak mereka.

Ketika anak-anaknya telah menemukan pasangan, orangtua akan mengambil alih. Keluarga pria akan membayar sejumlah uang kepada keluarga gadis.

Untuk gadis yang berparas cantik dan masih perawan harganya cukup tinggi. Harganya, bisa dari USD 2.000 atau sekitar lebih dari Rp 29 juta. Dengan pasar jodoh ini, orang tua berharap agar anak-anaknya bisa mencari pasangan yang sesuai dan langsung dilanjutkan ke tahap pernikahan. Tidak ada pacar-pacaran.

4. Love Market, Vietnam

Pasar jodoh selanjutnya ada di Love Market di Vietnam. Lokasinya di kota kecil Sa Pa, di Provinsi Lao Cai. Jaraknya sekitar 350 km dari Hanoi atau sekitar 8-9 jam perjalanan naik kereta.

Setiap hari Sabtu dan Minggu menjadi hari yang spesial bagi masyarakat setempat untuk mencari jodoh. Di hari Sabtu, malam harinya, diadakan acara bernyanyi dan menari bersama yang mempertemukan pria dan wanita. Dengan tujuan, agar bisa saling kenal satu sama lain.

Para wanita, tentu saja memakai pakaian terbaik mereka, seperti aksesoris dan gaun yang warnanya cerah. Para pria, harus pintar-pintar mencuri hatinya. Acara tarian dan menyanyi bersama itu, berlangsung hingga tengah malam.

Besoknya, barulah dibuka Love Market. Mereka yang sudah saling jatuh hati, bisa langsung melamar pasangannya. Terkadang, ada yang sudah siap menikah!

Love Market ini diyakini sudah berlangsung sejak zaman dulu. Sa Pa yang wilayahnya didominasi pegunungan, membuat masyarakat di desa-desa di sana sulit bertemu. Love Market digelar sebagai ajang untuk bertemu sekalian untuk cari jodoh.



Simak Video "Tikus di Afrika Dilatih Mengendus TBC, Akurasinya 75%"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA