Lebih Kecil dari Bekasi, Negara Ini Bergantung pada Mie Instan dan Kornet Kaleng

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Lebih Kecil dari Bekasi, Negara Ini Bergantung pada Mie Instan dan Kornet Kaleng

Hari Suroto - detikTravel
Senin, 18 Mei 2026 19:09 WIB
Nauru
Nauru Foto: (AFP)
Jakarta -

Nauru terletak tepat di tengah Samudra Pasifik, tepatnya di antara kepulauan Hawaii dan Australia. Nauru hanya seluas 21 kilometer persegi, menjadikannya sebagai salah satu negara kepulauan terkecil di dunia. Luas negara itu hanya sepersepuluh dari luas Kota Bekasi.

Traveler yang berkunjung ke Nauru, lebih banyak menjumpai makanan instan dan makanan cepat saji di negara ini. Karena lahan pertanian yang terbatas serta lebih banyak kelapa yang ditanam, maka sebagian besar makanan pokok di Nauru diimpor setiap enam minggu sekali. Makanan kaleng, mie, adalah makanan pokok di Nauru, menggantikan makanan tradisional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan kaleng mulai populer di Nauru sejak diperkenalkan oleh pasukan Jepang maupun Amerika selama Perang Dunia II. Makanan kaleng (ikan, daging), sereal sarapan, sosis dan makanan beku serta berbagai minuman kaleng termasuk kopi sachet banyak tersedia di toko-toko Nauru.

Daging kornet kaleng atau biasa disebut spam adalah makanan pokok yang sangat umum dan populer di Nauru, sering disajikan goreng dengan telur, dalam mie instan, atau nasi goreng. Ketergantungan pada makanan instan impor menjadikan tingkat obesitas di Nauru sebagai yang tinggi di dunia.

ADVERTISEMENT
NauruMakanan kaleng di Nauru Foto: (AFP)

Mie instan produk Indonesia juga populer dan menjadi salah satu comfort food di Nauru. Traveler akan melihatnya disajikan sebagai camilan, lauk, atau bahkan hidangan utama. Baik dinikmati dengan telur goreng sederhana atau dicampur dengan daging kalengan, mie adalah bagian dari kehidupan sehari-hari di Nauru.

Masakan tradisional Nauru sendiri lebih pada bahan-bahan lokal seperti ikan laut, kelapa, pisang dan buah pandan. Kuliner tradisional Nauru dimasak di dalam lubang tanah menggunakan batu panas, teknik memasak ini sering disebut sebagai umu, adalah metode memasak tradisional yang umum di Pasifik. Kuliner Nauru ini lebih banyak disajikan dalam festival budaya atau perayaan tradisional.

---

Hari Suroto

Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara




(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads