Wacana Penumpang Gemuk Bayar Lebih Mahal, Ini Kata Garuda

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wacana Penumpang Gemuk Bayar Lebih Mahal, Ini Kata Garuda

Afif Farhan - detikTravel
Jumat, 05 Apr 2013 09:22 WIB
Wacana Penumpang Gemuk Bayar Lebih Mahal, Ini Kata Garuda
Garuda Indonesia (Fitraya/ detikTravel)
Jakarta - Wacana kebijakan penumpang gemuk bayar tiket pesawat lebih mahal menjadi perbincangan hangat. Malah, penerbangan di wilayah Pasifik pun sudah memberlakukan kebijakan ini. Maskapai Garuda Indonesia pun angkat bicara.

Pengembangan wacana kebijakan tentang penumpang gemuk bayar tiket pesawat lebih mahal, dilakukan oleh negara Inggris, Norwegia, dan Australia. Sebabnya, berat badan berpengaruh terhadap biaya operasional pesawat dan kenyamanan penumpang lainnya. Lalu, apa tanggapan Garuda sebagai pentolan maskapai asal Indonesia?

"Sebenarnya begini, di Garuda itu sudah ada ukuran seat (tempat duduk) dan lainnya, jadi tinggal penumpang saja yang mengatur dia dapat duduk di situ atau tidak," kata Public Relations Garuda Indonesia, Ikhsan Rosan kepada detikTravel, Kamis (4/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ikhsan menambahkan, Garuda Indonesia memiliki seat dan jarak antar seat yang nyaman di dalam pesawat. Bagi para penumpang, mereka dapat memilih seat sesuai kebutuhannya masing-masing.

"Penumpang itu tinggal mengukur dari kebutuhan mereka, kalau lebih gemuk dan mau lebih nyaman bisa duduk di bisnis class," papar Ikhsan.

Jika tidak duduk di kelas bisnis, lalu bagaimana?

"Kalau tidak di business class, penumpang yang berbadan gemuk bisa kita tempatkan di row (baris) depan. Supaya lebih lenggang dan tidak menganggu penumpang," lanjut Ikhsan menjelaskan.

Penumpang gemuk memang dapat menambah biaya operasional pesawat, sebab lebih banyak emisi C02 terbuang. Tapi untuk hal ini, maskapai Garuda Indonesia punya pandangan sendiri.

"Untuk itu makanya bagasi kita batasin, pesawat kita juga efisien," kata Ikhsan.

Ikhsan juga menanggapai tentang penumpang gemuk yang bayar lebih mahal pada maskapai Samor Air. Menurutnya hal tersebut wajar karena orang-orang di sana memang berbadan besar.

"Orang-orang Samoa memang badannya besar, kalau orang Indonesia jarang yang gemuk seperti itu. Sampai saat ini juga belum ada keluhan tentang masalah penumpang gemuk pada penumpang lainnya di penerbangan kita," tutur Ikhsan.

Maskapai Garuda Indonesia hingga saat ini belum ada wacana mengenai penumpang gemuk bayar tiket pesawat lebih mahal. Setiap penumpang gemuk atau kurus berhak mendapat pelayanan yang sama!

"kita tidak ada wacana untuk mengenakan cash lebih besar pada penumpang gemuk. Meski gemuk, pelayanan dan makanannya juga sama. Jangan dibeda-bedainlah," pungkas Ikhsan.

(sst/sst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads