Merah darah bukanlah warna air sungai yang sesungguhnya, tapi merupakan perubahan warna. Wisatawan pun bisa melihat langsung sejak akhir minggu ini, seperti yang ditulis News Australia, Senin (10/9/2012).
Jika diperhatikan, tidak seluruh aliran sungai berwarna merah. Warna merah ini hanya terpusat di sekitar kota industri Chongquing, dan sedikit menyebar ke beberapa lokasi lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sungai Yangtze dianggap memiliki aliran yang terlalu besar dan cepat. Kemudian polutan dari industri dengan cepat mengalir dan berasosiasi dengan bakteri di dasar sungai.
Hasil dari asosiasi tersebut menimbulkan warna merah seperti darah di Sungai Yangtze. Inilah penyebab terjadinya perubahan warna yang cukup drastis.
Ternyata, perubahan warna sungai ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Tahun lalu, hal yang serupa terjadi di Sungai Jian, China.
Saat itu aliran Sungai Jian juga mengalami perubahan warna menjadi merah darah, mirip dengan yang terjadi di Sungai Yangtze. Sebuah industri pewarna bungkus kembang api pun disalahkan, karena dianggap menjadi penyebab polusi aliran sungai.
(ptr/fay)











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Gara-gara Protes Penerbangan Delay, Warga 62 Ditahan Polisi KLIA