Banyak traveler yang enggan wisata ke museum. Hal ini berbanding terbalik dengan mal, wisata alam, atau taman hiburan yang jadi destinasi favorit traveler. Padahal dengan berkunjung ke museum, wisatawan bisa mengenal lebih dalam budaya dan sejarah.
Inilah yang menjadi tugas Chandra Alfindodes (22) yang dinobatkan sebagai Duta Museum 2012. Ini adalah waktunya Chandra mempromosikan museum-museum di Indonesia serta budaya, sejarah, dan pariwisata. Chandra bertugas menyosialisasikan, menyadarkan dan memperkenalkan Gerakan Nasional Cinta Museum yang sudah diprogramkan sejak 2010-2014 mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chandra tidak sendirian. Duta museum dari masing-masing provinsi, berjumlah 64 orang, juga akan membantunya terkait perkembangan dan kondisi museum di tiap-tiap daerah. Dibutuhkan pula inovasi dan pengembangan agar museum terlihat menarik. Yang penting, tidak kaku dan membosankan.
"Jadi lokalnya dulu yang kita kuatkan, nah dari situ akan timbul nasional yang sangat kuat. Untuk saya pribadi, pertama akan melakukan pengetahuan yang lebih mendalam, serta pendataan dan melihat potensi-potensi unggulan dari masing-masing museum di Indonesia," ucapnya.
Selanjutnya, kata lanjut Chandra, akan ada ide-ide yang dijamin bisa mengembangkan museum yang ada. Sehingga museum terlihat menarik, layak kunjung, inovatif, dan menarik wisatawan untuk datang.
"Tidak hanya memoles tampilan museum, kita juga harus memprioritaskan dengan mengajak dan kembali memperkenalkan kepada masyarakat, tentang museum. Untuk melancarkan misi ini, tentunya sangat membutuhkan bantuan dari pihak-pihak terkait," jelas pria yang kini tengah menyelesaikan kuliah di Universitas Negeri Islam Sultan Syarif Kasim Riau, Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris ini.
Jurus lain untuk menarik wisatawan adalah dengan program wajib dan sukarela. Misalnya bekerja sama dengan pihak pendidikan seperti seperti sekolah-sekolah, Museum Goes to School, atau mata kuliah atau ekstrakurikuler yang berkaitan dengan permuseuman.
"Sedangkan untuk sukarela, kita bisa menarik wisatawan dengan mengadakan berbagai event, atraksi, pameran, dan pertunjukan di museum," katanya.
Siapa sangka, Indonesia punya 285 museum yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Lantas museum mana yang jadi favorit sang Duta Museum, Chandra Alfindodes?
"Saya memang belum mengunjungi seluruh museum yang ada di Indonesia. Tapi, ada satu museum yang membuat saya terkesan, yaitu Museum Tsunami Aceh," katanya.
Hati siapa yang tak bergetar saat memasuki Museum Tsunami Aceh. Tempat mengenang musibah tsunami pada 2004 ini punya beragam peninggalan dan sejarah yang akan memperkaya pengetahuan para traveler.
"Saat ini salah satu pembicara Museum Tsunami Aceh, sedang berada di Jepang dan mempresentasikan tentang museum tsunami. Untuk mengetahui bagaimana perkembangan tsunami dari dulu hingga sekarang dan mengetahui efek dari tsunami itu terhadap masyarakat," ucap pria kelahiran 11 Desember 1989 ini antusias.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Bandara Mencekam, Penumpang Panik-Ketakutan Saat Bos Kartel Tewas
Warga 62 Bisa Bebas Visa ke Korea Selatan, Minimal 3 Orang
Tak Ada Ampun, Thailand Hapus Teguran bagi Pengemudi Mabuk