Radar Bandara Soekarno-Hatta, kini telah berfungsi seperti sedia kala. Namun, matinya radar pada Minggu sore sempat mengganggu penerbangan dan juga perjalanan para traveler. Inilah suara hati mereka.
Matinya radar di Bandara Soekarno-Hatta memang bukan hal baru. Kejadian serupa sudah pernah terjadi berulang kali. Sampai-sampai, tak sedikit traveler yang merasa dirugikan atas peristiwa tersebut.
Pada Minggu (16/12) radar Bandara Soekarno-Hatta mati karena terbakarnya UPS (Uninterruptible Power Supply) sejak pukul 16.55 WIB. Akibatnya ada 64 penerbangan tertunda. Baru setelah pukul 19.30 WIB penerbangan normal kembali. Pihak AP II pun meminta maaf atas terjadinya insiden ini. Sampai saat ini penyebab terbakarnya UPS tersebut masih diinvestigasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menyesalkan insiden kemarin yang dianggap memalukan untuk sebuah bandara internasional. Kejadian kemarin pun membahayakan para traveler yang sedang berada di udara.
"Dangerous yet a shame moment. Kelasnya itu bandara internasional tersibuk di Indonesia, mukanya bangsa," kata @NickyRSyah kepada detikTravel, Senin (17/12/2012).
"Memalukan sekali. (Bandara-red) Soekarno-Hatta itu cerminan Indonesia," imbuh @arie_lutte.
Beberapa traveler terkena langsung dampak matinya radar. Perjalanan mereka terganggu karena banyak pesawat yang sudah siap terbang, tapi tertunda untuk waktu yang tidak sebentar.
"Saya harus nunggu satu jam lebih di pesawat sebelum take off," kisah @nandabokis.
@conellotabita juga mengalami kejadian serupa. "Gara-gara radar mati, pacarku nunggu sampai 21.30 WIB buat ke Surabaya," keluhnya.
Mereka sungguh-sungguh meminta kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. PT Angkasa Pura II sebagai pengelola bandara harusnya tidak hanya merespons cepat kejadian, tapi juga mencegah segala kemungkinan buruk yang bisa terjadi.
"Sebagai bandara internasional, harusnya bisa menggunakan airport tax untuk maintenance bandara termasuk radar. Malu dong kalau sampai mati," tulis @ramakristian di akun Twitter-nya.
"Yah kalau mati sih bahaya juga. Tapi setidaknya harusnya mereka (PT AP II-red) bersiap siaga dengan matinya radar agar bisa cepat ditangani," saran @zennynynyny.
(shf/shf)










































