Bagi sebagian traveler, kehadiran operator perjalanan terasa begitu membantu. Mereka akan mengatur seluruh rencana perjalanan Anda, mulai dari transportasi hingga akomodasi. Dengan alasan transparansi, biasanya travel agent akan memaparkan destinasi wisata mana saja yang dikunjungi, hingga berapa lama waktu yang akan dihabiskan di sana.
Tapi di balik itu semua, ternyata ada rahasia yang disimpan baik-baik oleh kebanyakan agen perjalanan dari turis. Dilihat dari Woman's Day, Jumat (28/12/2012) inilah 5 rahasia yang disimpan mereka dari Anda:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik pilihan destinasi yang dikunjungi, ternyata ada rahasia yang tersembunyi. Sebelumnya, para agen perjalanan telah melakukan deal dengan pemilik destinasi untuk kesepakatan komisi atau bonus. Jika mereka membawa turis ke destinasi tersebut, maka agen perjalanan akan mendapat bonus. Hal ini tidak hanya berlaku untuk destinasi perjalanan, tetapi juga hotel, toko, restoran dan sarana transportasi.
2. Turis tidak bisa menentukan maskapai apa yang akan digunakan
Ketika pertama kali berbincang dengan agen perjalanan, kadang traveler bertanya apakah mereka bisa menentukan maskapai yang digunakan? Untuk memuaskan pelanggan, mungkin agen akan menjawab iya.
Namun kenyataanya, agen perjalanan sudah bekerja sama dengan maskapai tertentu. Jadi Anda tidak bisa memilih jenis maskapai yang akan digunakan.
3. Belum pernah datang ke tempat yang direkomendasikan
Siapa bilang setiap hotel atau destinasi yang direkomendasikan agen perjalanan sudah pernah dikunjungi? Nyatanya, beberapa travel agent nakal malah belum pernah ke sana.
Lebih parah lagi, agen perjalanan yang nakal dan tidak jujur akan mengatakan mereka pernah mencoba asyiknya menginap di hotel yang lain. Hanya saja, tempat itu lebih mahal dan tidak lebih baik dari hotel yang mereka rekomendasikan untuk Anda.
4. Mengaku punya pelayanan terbaik
Untuk memberi kesan baik kepada pelanggan, banyak di antara agen perjalanan mengaku punya pelayanan dan jaringan terbaik di tempat destinasi. Mulai dari jaringan hotel, transportasi hingga tempat destinasi wisata yang menarik.
Tapi sekali lagi Anda tidak boleh percaya begitu saja. Pengalaman buruk pernah dialami seorang turis bernama Jeff Wasson. Ia mengaku menggunakan agen perjalanan untuk bulan madu ke Italia dan Yunani.
"Sebenarnya saya bisa saja naik pesawat kemudian lanjut subway (red: kereta bawah tanah) atau bus dari bandara, tapi agen perjalanan merencanakan sesuatu yang katanya lebih baik. Mereka mengatur agar saya menempuh jalur darat dengan mobil," kata Jeff Wasson.
Akhirnya, lanjut Wasson, ia merasa seperti mual selama berada di dalam mobil. Apalagi supir yang disediakan agen perjalanan untuknya malah sibuk berbicara, menunjukkan kawasan tempat dulu ia dibesarkan. Sangat mengganggu.
5. "Harga yang terbaik"
Banyak travel agent mengaku memberikan harga terbaik alias murah dengan pelayanan maksimal untuk konsumennya. Tapi sekali lagi, Anda tidak boleh terbuai dengan promosi semacam ini.
Sebuah agen perjalanan tidak selalu memberikan harga terbaik. Nyatanya, turis malah bisa mendapatkan harga yang lebih murah bila mencari biaya transportasi hingga penginapan sendiri.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica