Zorbing adalah nama sebuah permainan di mana wisatawan bisa masuk dan berguling di dalam bola karet raksasa. Tapi malang, nyawa turis Denis Burakov berakhir dalam permainan ini.
Diberitakan News Australia, Rabu (9/1/2013), peristiwa ini terjadi ketika ayah dua anak ini bermain zorbing menuruni lereng salju di sebuah resor ski, di Pegunungan North Caucasus, Rusia. Bola karet raksasa yang digunakan pria tersebut menyimpang dari jalur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pria sekaligus instruktur dalam permainan ini mendorong bola hingga menuruni lereng gunung yang bersalju. Kemudiaan pria tersebut berteriak, "Sial, bola itu pergi ke arah yang salah lagi."
Dia pun kembali berteriak untuk menahan bola tersebut. Kemudian dia mengatakan, "Tidak apa-apa, itu akan berhenti dengan sendirinya."
Seharusnya bola tersebut berhenti di bagian bawah lereng yang empuk. Selain itu, juga ada seorang penjaga untuk menangkap, kalau benda tersebut keluar jalur.
Tapi, itu semua tidak berjalan sesuai rencana. Tanpa hambatan apapun, bola terus melesat keluar jalur yang ditentukan. Bola raksasa itu pun menghantam batu lalu jatuh ke dalam jurang!
Akhirnya, bola maut itu berhenti di atas sebuah danau yang membeku. Peristiwa mengerikan ini pun tertangkap kamera teman-temannya.
"Bola tersebut menggelinding sejauh satu setengah kilometer, melompat dan membentur bebatuan," kata juru bicara polisi.
Saat tim penyelamat datang ke tempat kejadian Burakov masih hidup. Dia mengalami patah leher dan tulang belakang. Sedangkan Shcherbov mengalami gegar otak serta luka di sekitar kepala dan tubuh. Berbeda dengan Shcherbov yang selamat dan dirawat di rumah sakit, Burakov justru meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.
Hasil penyelidikan pun menyatakan, penyelenggara olahraga ekstrem ini dianggap lalai sampai menyebabkan kematian. Hukuman maksimal 10 tahun penjara, siap menjerat pihak penyelenggara zorbing.
"Sayangnya, banyak orang yang melakukan olahraga ini tapi tidak mematuhi peraturannya. Terutama bila Anda melihatnya di negara-negara berkembang. Ini bukan kecelakaan yang pertama," tutur CEO Zorb Ltd, Hope Horrocks.
Penyelenggara zorbing pun mengungkapkan, peristiwa ini sangat merisaukan. Mereka telah menyerukan untuk prosedur yang lebih aman.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
Kasihan! Tapir yang Viral di Lampung Disembelih Warga, Dimasak Jadi Rica-rica