Maskapai merupakan salah satu transportasi kegemaran untuk traveling. Sebab, waktu yang ditempuh akan lebih cepat untuk tiba di tempat tujuan. Tapi, rupanya tak sedikit masalah yang sering dialami traveler saat naik kendaraan ini.
"Airlines itu paling utama untuk traveling. Perkembangan maskapai makin meningkat di dalam negeri, tapi baiknya itu juga diimbangi dengan peningkatan pelayanan," kata Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti dalam acara pembukaan ASTINDO Travel Fair 2013 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (22/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami dari regulator melihat hubungan antara airlines dan agen, kerja sama keduanya harus bagus dan memenuhi standar untuk memperbaiki layanan," sambung Hery.
Masalah refund ataupun delay menjadi kejadian yang sering dialami wisatawan saat berpergian menggunakan maskapai. Oleh sebab itu, tak sedikit traveler yang mengadu langsung ke Kementerian Perhubungan terhadap kendala dari maskapai tersebut.
"Sekarang hal seperti refund atau cuma delay saja jadi masalah besar sampai dibawa ke ranah pengadilan," ungkap Hery.
Oleh sebab itu, masalah-masalah kecil di maskapai terhadap wisatawan harus diselesaikan secepatnya. Jangan ada lagi berita tentang kemarahan wisatawan akibat pelayanan maskapai yang kurang memuaskan, padahal sudah bayar mahal.
"Ke depan, saya minta itu bisa diselesaikan, supaya pelayanan kepada penumpang lebih bisa ditingkatkan lagi," tutup Hery.
Wamenparekraf Sapta Nirwandar dalam kesempatan yang sama juga angkat bicara mengenai masalah ini. Menurutnya, kenyamanan wisatawan adalah hal utama.
"Perlu ada kredibilitas yang memungkinkan supaya orang dapat kenyamanan saat berpergian," ujarnya.
(shf/shf)










































