Seluruh penerbangan Qantas ke Eropa via Dubai, kini tidak memiliki menu makanan babi. Para traveler pun protes di fan page Qantas di Facebook, karena Qantas menyesuaikan diri dengan aturan Islam.
Mereka menerima sejumlah keluhan karena menu babi dihapuskan. Admin Facebook Qantas malah diminta menghapus 5 thread di Facebook karena bernada rasial dari penumpang yang mengancam boikot. Namun, chef Neil Perry yang menyusun menu mengatakan, menu baru tanpa babi ini justru menunjukan kualitas multikultural Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perry sudah merancang makanan di pesawat yang cocok dengan penumpang dari destinasi yang mayoritas Muslim termasuk Jakarta. Perubahan menu ini menyusul kerja sama Qantas dengan maskapai Emirates
Pesawat Qantas dari Australia ke Eropa yang tadinya transit di Singapura, menjadi transit di Dubai. Perry pun menyesuaikan menu yang sesuai dengan traveler Muslim.
Perry membuat menu kelas ekonomi berupa salad dengan tomat, timun dan keju. Ada juga ayam dengan bayam dan wortel. Untuk kelas bisnis ada ikan dengan salad zucchini atau kambing bumbu Arab dengan nasi almond. Yummy!
Jubir Qantas juga mengatakan penumpang malah lebih suka dengan menu baru tanpa babi ini. "Konsumen mengatakan yang membedakan Qantas adalah kualitas makanan dalam penerbangan. Feedback dari penumpang yang terbang dari dan ke Dubai sangat memuaskan," kata jubir Qantas.
(fay/aff)











































Komentar Terbanyak
Viral Bule Inggris Menangis Lihat Sampah, Bukit Pergasingan Langsung Ditutup
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Citilink Ngegas, Armada Jadi 43 Pesawat, Terbang Lagi dari Bandung Mulai 17 Agustus