Balon Udara di Peru Jatuh ke Laut, 2 Orang Hilang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Balon Udara di Peru Jatuh ke Laut, 2 Orang Hilang

Novi Christiastuti - detikTravel
Senin, 29 Apr 2013 11:50 WIB
Balon Udara di Peru Jatuh ke Laut, 2 Orang Hilang
Ilustrasi (news.com.au/Steve Fraser)
Lima - Tragis, balon udara di Peru yang membawa 6 turis dan 1 pilot jatuh ke Samudera Pasifik. Lima turis wanita berhasil ditemukan terombang-ambing di tengah lautan. Sementara itu, dua orang lainnya masih dalam pencarian.

"Syukurlah, kami telah menemukan lokasi lima penumpang wanita dan kami terus melanjutkan pencarian dua pria lainnya yang masih hilang, yang kami harap bisa ditemukan hidup-hidup," ujar Menteri Dalam Negeri Peru, Wilfredo Pedraza, seperti dilansir AFP, Senin (29/4/2013).

Para penumpang wanita ini ditemukan terombang-ambing di tengah lautan dan kemudian diselamatkan oleh dua helikopter dan sebuah kapal patroli. Kini, kelimanya tengah menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Balon udara ini membawa 7 orang penumpang, yang terdiri dari 6 orang wisatawan dan seorang pilot. Semuanya warga negara Peru. Balon udara milik perusahaan Globos Peru SAC ini menghilang ketika berada sejauh 200 km sebelah selatan ibukota Lima, pada Minggu (28/4) pagi waktu setempat.

Diduga keras, balon udara ini terbawa angin yang sangat kencang hingga ke wilayah Samudera Pasifik. Saat itu, Samudera Pasifik dilaporkan sedang diselimuti awan tebal.

Upaya pencarian pun dilakukan oleh aparat setempat dengan dibantu sejumlah petugas patroli dan sebuah kapal milik warga setempat. Manajer Globos, Luis Miguel Fernandez menyatakan, kemungkinan para penumpang selamat cukup besar karena keranjang besar yang membawa penumpang balon udara tersebut, bisa mengapung di atas air.

Namun Pedraza tetap mengkritisi pihak Globos Peru SAC yang disebutnya melakukan 'kelalaian fatal'. Para penumpang balon udara tersebut tidak mengenakan jaket pelampung, padahal jelas diketahui balon udara tersebut akan melintasi wilayah Samudera Pasifik. Kemudian juga, pihak Globos tidak menyertakan GPS pada balon udara tersebut agar mudah dilacak.

Upaya pencarian korban lainnya semakin meluas, karena salah satu penumpang pria diketahui sengaja berenang ke pantai untuk mencari bantuan. Penumpang tersebut belum ditemukan hingga saat ini.

(aff/aff)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads