Tren Baru di Eropa: Menginap di Biara

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Tren Baru di Eropa: Menginap di Biara

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Senin, 13 Mei 2013 13:20 WIB
Tren Baru di Eropa: Menginap di Biara
Biara di Eropa (women-on-the-road.com)
Roma -

Di Indonesia, backpacker sering menghabiskan malam di masjid atau musala. Nah, tren baru di Eropa, wisatawan bisa booking kamar dan menginap di biara. Tak hanya murah, terkadang fasilitasnya juga lebih banyak dibanding kamar hotel biasa.

Tempat ibadah sering jadi tempat istirahat bagi para backpacker. Traveler Indonesia misalnya, sering singgah di musala untuk beribadah sekaligus istirahat. Rupanya hal seperti ini juga bisa ditemukan di Eropa. Bedanya, wisatawan bisa menginap di kamar biara.

Dari Travelers Today, Senin (13/5/2013), hal ini sebenarnya tidak baru. Tradisi menjadikan biara sebagai tempat singgah sudah ada sejak abad ke-6. Waktu itu, Santo Benedictus menghimbau umatnya agar membukakan pintu bagi para tamu. Sejak itu biara, yang merupakan tempat belajar layaknya madrasah, menawarkan tempat untuk beristirahat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di seluruh Eropa, banyak biara yang punya situs sendiri. Beberapa tampilannya mirip dengan situs travel ternama seperti Expedia atau Orbitz. Mereka punya daftar fasilitas, harga, foto kamar dan pekarangan, juga informasi seputar destinasi wisata terdekat. Banyak biara yang memungkinkan Anda booking via email dengan pembayaran kartu kredit.

Namun, biara sebagai opsi penginapan murah memang belum banyak diketahui traveler. Biara-biara ini memang tidak mengiklan, atau disebutkan di dalam buku panduan. Namun, Rick Steves dalam buku panduannya tentang Eropa menyebutkan salah satu situs rujukan untuk menginap di biara. Namanya Monastery Stays (monasterystays.com), yang punya daftar lengkap biara di Italia.

Menginap di biara tergolong tren baru di Eropa. Dulu, wisatawan hanya tinggal di biara karena alasan wisata religi. Tapi sekarang traveler pada umumnya mencari biara sebagai alternatif menginap di hotel.

"Dua puluh tahun lalu, tak ada orang yang pergi ke biara kecuali untuk wisata religi," tutur Andrea Moretti, konsultan perjalanan di Italian Government Tourism Board.

Moretti mengestimasi, 1-5% dari 93 juta wisatawan yang datang tiap tahun ke Italia tinggal di biara. Banyak turis yang booking untuk peak season, jauh-jauh hari sebelumnya, apalagi kalau biara itu terletak di pusat kota.

"Sekarang kalaupun mereka tidak tertarik wisata religi, para wisatawan mempertimbangkan tinggal di biara karena mereka suka atmosfernya," tambahnya.

Keuntungan lain menginap di biara, wisatawan memberi pendapatan ekonomi. Bagaimanapun, pendapatan tambahan seperti itu seringkali dibutuhkan oleh pihak biara.

Tertarik menginap di biara? Boleh saja, asal Anda paham aturannya. Baca baik-baik aturan biara itu sebelum menginap, termasuk jam malam.

(sst/sst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads