Turis China, Dicaci Tapi Dicintai

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Turis China, Dicaci Tapi Dicintai

- detikTravel
Selasa, 04 Jun 2013 12:55 WIB
Turis China, Dicaci Tapi Dicintai
Turis China yang sedang jalan-jalan di New York, AS (Reuters)
Beijing - Turis China sedang dalam sorotan traveler dunia. Aksi corat-coret di kuil Mesir sampai buang air besar di lantai bandara di Taiwan, mendapat banyak kecaman. Di lain sisi, turis China justru dicintai ketika traveling. Mengapa?

Beberapa waktu ini, traveler dunia dihebohkan dengan deretan aksi turis China. Traveler geram dan mengecam beberapa aksi tak bertanggung jawab dan tidak senonoh turis China di berbagai destinasi dunia. Tapi di balik itu, turis China justru menjadi yang terbanyak di dunia dalam melakukan kegiatan traveling.

"Secara obyektif, karakter wisatawan kami relatif kurang beradab," kata peneliti di Pusat Penelitian Pariwisata Akademi Ilmu Sosial China, Liu Simin seperti dilansir Skift, Selasa (4/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baru-baru ini, seorang turis remaja China dengan berani mencoret-coret tembok kuil berusia 3.500 tahun di Luxor, Mesir. Menanggapai hal ini, Kementerian Luar Negeri China pun menggelar jumpa pers.

"Ada banyak wisatawan China bepergian ke negara-negara lain dalam beberapa tahun terakhir. Kami berharap, turis China akan lebih mematuhi peraturan setempat," kata juru bicara Kemenlu China, Hong Lei menanggapai aksi corat-coret tersebut.

Tak hanya itu, masih banyak aksi turis China yang bikin geleng-geleng kepala. Seorang ibu, membiarkan anak-anaknya buang air besar di lantai Bandara Kaohsiung, Taiwan. Ada lagi, sepasang turis China yang memalsukan surat nikah agar mendapat diskon bulan madu di Maladewa. Ribut-ribut di bandara, wah itu sudah tidak terhitung jumlah kasusnya.

Pemerintah China akhirnya bergerak cepat. Aksi turisnya yang sudah keterlaluan dianggap dapat merusak citra nasional. Beberapa media setempat juga sudah mengkritik aksi-aksi turis tersebut.

Hasilnya, pemerintah China menerbitkan kembali pedoman wisatwan pada situs-situs mereka. Isinya adalah tata krama turis saat traveling ke luar negeri, baik mulai dari berpakaian yang benar, antre, hingga larangan berteriak.

Di lain sisi, turis China ternyata membawa dampak perekonomian yang besar dan baik bagi sektor pariwisata dunia. Sekitar 83 juta turis China melakukan traveling ke berbagai negara pada tahun 2012 lalu. WTO (World Tourism Organization) mencatat, turis China menghabiskan uang sekitar US$ 102 miliar atau sekitar Rp 99 triliun!

Pada tahun 2020 mendatang, diprediksi bakal ada 200 juta turis China yang traveling ke berbagai negara. Artinya, pemasukan di tiap-tiap destinasi yang dikunjungi turis China akan terus meningkat dan dunia pariwisata tetap sehat.

Untuk masalah tingkah buruk mereka, beberapa para ahli wisata berujar hanya masalah waktu saja. Turis China akan lebih banyak belajar tentang tata krama di negara lain ketika sering melakukan traveling.

"Traveling adalah pengalaman belajar bagi wisatawan," kata seorang profesor pariwisata di Universitas Zhejiang, China, Wang Wanfei.


(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads