"Belanja dan kuliner jadi salah satu aspek minat khusus yang diutamakan Kemenparekraf. Soalnya kuliner merupakan aspek penting dalam nation brand," tutur Menparekraf Mari Elka Pangestu saat acara pengukuhan anggota Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (4/6/2013).
Lanjut Mari, ada 6 jenis wisata minat khusus lainnya yang diutamakan yaitu Sejarah & Budaya, Alam, Rekreasi & Olahraga, Cruise Ship, Spa & Wellness, dan MICE.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
30 Kuliner asli Indonesia inilah yang akan mewakili Indonesia dalam promosi-promosi di luar negeri. Buku berisi keterangan tentang 30 kuliner asli Indonesia akan disebar ke KBRI di beberapa negara, untuk kemudian dipromosikan.
"Merangkum 30 kuliner ini nggak gampang, ada setidaknya 3 standar. Pertama, makanan bisa diterima banyak orang. Kedua, rempah-rempahnya mudah ditemukan di negara lain. Terakhir, ada cerita di baliknya," papar Mari.
Indonesia punya banyak cerita soal kuliner, dari budaya sampai nutrisi dan khasiat kesehatan. Mari mencontohkan nasi tumpeng, yang seperti kue ulang tahun kalau di luar negeri.
"Nasi tumpeng masuk dalam 30 kuliner itu. Sangat mewakili Indonesia, Malaysia tidak punya," kayanya sembari tertawa.
Selain nasi tumpeng, beberapa ikon kuliner Nusantara antara lain rendang, sate, soto Banjar, ayam rica-rica, dan bir pletok.
(ptr/fay)










































