Uniknya Kirab dan Gebyar Pasar Tradisional Yogya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Uniknya Kirab dan Gebyar Pasar Tradisional Yogya

Bagus Kurniawan - detikTravel
Jumat, 07 Jun 2013 19:12 WIB
Uniknya Kirab dan Gebyar Pasar Tradisional Yogya
Kirab pedagang pasar membawa aneka gunungan unik (Bagus/detikTravel)
Yogyakarta - Wisatawan yang sedang berada di Kota Yogyakarta hari ini bisa menyaksikan parade unik menyambut HUT ke-66 Pemkot Yogya. Ada Kirab Gebyar Pasar Tradisional yang mengusung aneka barang jualan pasar yang menarik.

Parade ini digelar Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Yogyakarta. Kirab diikuti ribuan orang dari 49 paguyuban pedagang pasar di Kota Yogyakarta.

Kirab yang dimulai Jumat (7/6/2013) sekitar pukul 13.30 WIB dari Pasar Beringharjo menuju depan Rumah Dinas Walikota Yogyakarta di Jl Ipda Tut Harsono Timoho, Yogyakarta. Semua paguyuban pedagang membawa beraneka macam oleh-oleh atau persembahan yang diberikan kepada Walikota Haryadi Suyuti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat kirab berlangsung tidak hanya pedagang buah-buah atau sayur-sayuran saja yang membawa bingkisan untuk persembahan. Namun juga para pedagang pakaian, suvenir juga membawa bingkisan yang diberikan kepada Pemkot Yogyakarta. Para pedagang ada yang berjalan kaki dan ada pula yang naik kereta kuda, andong. Sedangkan gunungan yang terbuat dari sayuran, buah-buah dan aneka suvernir diangkut menggunakan kendaraan roda empat.

Sebagian besar anggota perkumpulan pedagang akan membawa berbagai gunungan yang diisi dengan aneka buah-buah, sayuran. Namun ada pula paguyuban pedagang kain, pakaian, sepatu/sandal di bagian los Metro Pasar Beringharjo yang membawa gunungan yang berisi aneka pakaian/kain batik.

Satu persatu pedagang naik ke atas panggung menuju tempat Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti didampingi istri Tri Kirana Muslidatun untuk memberikan persembahan. Yang paling unik adalah pedagang Pasar Tela Karangkajen, selain membawa membawa dagangan berupa ketela pohon, mereka juga membawa aneka makanan yang terbuat dari bahan ketela.

Demikian pula, paguyuban Pasar Pathuk juga membawa persembahan berupa makanan khas oleh-oleh berupa Bakpia Pathuk. Mereka juga menampilkan atraksi kesenian Barongsai.

Gunungan tersebut akan diisi berbagai barang-barang dagangan. Gunungan juga akan diperebutkan warga Yogyakarta. Kirab ini merupakan agenda tahunan yang digelar Dinlopas Kota Yogyakarta.

"Acara ini yang ketiga kalinya. Semoga bisa menarik wisatawan yang sedang berkunjung di Yogyakarta sehingga meningkatkan omzet penjualan di pasar tradisional," kata Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (Dinlopas) Kota Yogyakarta, Suyana kepada wartawan disela-sela kirab.

Dia berharap pasar-pasar tradisional yang ada di seluruh Kota Yogyakarta bisa tetap eksis sehingga para pedagang semakin sejahtera. Dalam acara Gebyar Pasar Tradisional juga panitia juga menyediakan banyak undian berhadiah bagi pengunjung yang berbelanja di pasar.

"Ini agar pasar semakin menarik pengunjung seperti motto kami atine resik, rejekine apik (hatinya bersih rejekinya juga baik-red)," pungkas dia.

(bgk/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads