Dari Herald Sun, Rabu (26/6/2013), seorang pegawai bagian navigasi berpakaian layaknya pilot menghabiskan waktu berjam-jam di ruang kokpit maskapai penerbangan Australia, Qantas. Pilot gadungan ini nongkrong di kokpit pesawat Qantas saat penerbangan dari Dubai ke Sydney, demikian diklaim serikat pekerja Qantas.
Pihak maskapai menegaskan, ketika peristiwa terjadi minggu lalu perempuan ini mengenakan seragam pilot. Namun Qantas tidak bisa menjelaskan mengapa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini konyol. Wanita itu duduk di kursi kokpit untuk menjalankan sebuah penerbangan besar. Menjadi pilot profesional tentunya membutuhkan usaha keras. Namun wanita ini muncul dengan berpakaian ala pilot," ujar Woodward.
Perempuan yang pekerjaan aslinya mengatur navigasi pesawat ini ikut dalam penerbangan, namun anehnya tidak diberikan kursi. Woodward juga berkata perempuan itu diberikan kartu ID dengan akses tinggi.
Dia semestinya duduk di bangku awak kabin. Namun nyatanya dia diberikan akses untuk duduk di kursi pilot.
Wanita ini berpakaian sebagai pilot pada dua penerbangan, baik dari Sydney ke Dubai dan sebaliknya. Juru bicara Qantas, Andrew McGinnes membenarkan perempuan itu memang memakai seragam pilot.
"Kami memeriksa mengapa hal ini terjadi. Namun jelas bahwa anggota staf maskapai berada di ruang kokpit karena alasan operasional. Sama sekali tidak ada maksud untuk menipu awak pesawat, yang mana awak kabin tahu perempuan itu bukan pilot," kata McGinnes.
Menurutnya, anggota staf memiliki izin keamanan yang jelas, serta dokumentasi yang sesuai untuk berada di dek kokpit. Mereka tidak boleh melakukan kegiatan yang mengganggu di dalam pesawat.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong