Festival Danau Toba bakal digelar di Pulau Samosir pada 8-14 September 2013 mendatang. Festival ini menjanjikan banyak kemeriahan, mulai dari pagelaran budaya, perlombaan, hingga menampilkan panorama cantik Danau Toba.
"Letusan Danau Toba sempat menggegerkan dunia 75.000 tahun silam. Makanya acara ini harus 'meledak' dan juga menggemparkan," ujar Wamen Parekraf, Sapta Nirwandar dalam sambutannya di acara Soft Launching Festival Danau Toba di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (26/7/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada Solu bolon itu tradisi batak semacam dragon boat, paralayang, festival si Gale-gale yang mana cuma ada di Batak, upacara tradisi masyarakat Batak, dan lomba berenang," kata Sapta.
Berbagai acara tersebut akan berlokasi di Bukit Beta dan Pantai Tuk-tuk, Prapat. Untuk Paralayang ada keunikan tersendiri, yaitu lokasi mendaratnya adalah di danau.
"Mereka yang ikut Paralayang punya kesempatan melihat Danau Toba dari udara," tutur Sapta.
Selain itu, wisatawan yang datang ke Festival Danau Toba juga dihibur oleh pertunjukan si Gale-gale dan juga drum melodi. Uniknya, drum melodi ini hanya ada tiga di dunia, yaitu di Afrika, Myanmar, dan Sumatera Utara.
"Kita buat Lake Toba's World Drum Festival. Itu cuma ada tiga di dunia. Mau tahu bedanya? Datang saja sendiri," ujar Sapta.
Festival Danau Toba pun menjadi ajang unjuk kecantikan Danau Toba. Wisatawan yang datang ke sini, dijamin tak akan kecewa. Siap-siap terkesima oleh ragam kekayaan budaya asli Batak dan terpatung melihat luasnya Danau Toba.
"Festival Danau Toba jadi momentum kebangkitan kembali pariwisata Danau Toba," ujar Bupati Samosir, Mangindar Simbolon.
(ptr/fay)










































