Ini Dia Penentu Eksistensi Pariwisata

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ini Dia Penentu Eksistensi Pariwisata

- detikTravel
Jumat, 30 Agu 2013 10:10 WIB
Ini Dia Penentu Eksistensi Pariwisata
Pusat Informasi turis di Kuta, Bali (Gede Suardana/detikTravel)
Pangkalan Bun - Tempat wisata boleh saja menarik dan mengagumkan. Tetapi bila sumber daya manusia yang memberikan layanan jasa pariwisata tidak ramah dan tidak kompeten, bisa jadi pariwisata daerah itu akan kehilangan eksistensinya.

"SDM diakui sebagai salah satu komponen vital dalam pembangunan pariwisata. Hampir setiap tahap dan elemen pariwisata memerlukan SDM untuk menggerakkannya. Faktor SDM sangan menentukan eksistensi pariwisata," ujar Ketua Lembaga Profesional Pariwisata Indonesia, I Gusti Putu Laksaguna.

Hal itu disampaikan dia hadapan pelaku jasa wisata di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dalam kegiatan Destination Management Organisation yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Grand Kecubung Hotel, Jl Domba No 1, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Rabu (28/8/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dijelaskan Putu, kompetensi dalam pengetahuan, keterampilan, dan sikap para staf penyedia layanan jasaakan berdampak krusial terhadap bagaimana pelayanan yang diberikan kepada wisatawan. Nah hal itu secara langsung akan berdampak pada kenyamanan, kepuasan, dan kesan atas kegiatan wisata yang dilakukannya.

Untuk itulah, para penyedia jasa wisata perlu menerapkan pelayanan prima. Pelayanan prima merupakan sikap atau cara staf (tuan rumah) dalam melayani tamu secara memuaskan dan bahkan melebihi apa yang diharapkan.

"Kebutuhan dasar tamu itu adalah kebutuhan akan informasi yg jelas, kebutuhan untuk dimengerti, kebutuhan diperlakukan sebagai orang penting, kebutuhan akan rasa aman dan nyaman, serta kebutuhan untuk merasa diterima," papar Putu.

Putu menegaskan keberhasilan melakukan sesuatu bukanlah semata karena pendidikan. Justru perilaku atau kepribadianlah yang paling berpengaruh pada keberhasilan. Setelah itu disusul dengan keuletan.

"Pelayanan prima hanya dapat dilakukan oleh SDM/pegawai/sataf yang memiliki kompetensi, dedikasi, komitmen dan kemauan untuk melayani dengan sepenuh hati dan mengacu pada standar pelayanan," tutur Putu.

(aff/aff)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads