Kini, alasan turis berlibur tak melulu menjelajah alam dan menikmati keindahan kota. Malah mereka sengaja berkunjung ke luar negeri untuk belanja barang-barang bermerek.
Dalam rilis Visa.com, Senin (2/9/2013), hasil survei Visa Global Travel Intentions tahun 2013 menunjukkan peningkatan belanja wisatawan. Dari 25 negara rata-rata anggaran liburan yang semula sebesar USD 2.390 (Rp 26 juta) kini meningkat menjadi USD 2.501 (Rp 27,2 juta) sekali perjalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menyusul berikutnya turis Australia menduduki peringkat ke-2 yang sering membelanjakan uang sebesar USD 4.118 (Rp 44,9 juta). Turis Australia diprediksi akan menandingi turis Arab Saudi.
Turis Australia bisa meningkatkan biaya liburan sebesar 9 persen. Kira-kira menghabiskan uang sekitar USD 4.331 (Rp 47,2 juta) pada liburan selanjutnya.
Ross Jackson, Head of Cross-Border Visa wilayah Asia Pasifik, Eropa Tengah, Timur Tengah dan Afrika mengatakan walaupun sempat ada krisis ekonomi. Namun, kini kondisi telah membaik dan orang kembali pergi berlibur.
"Tetapi dalam survei tahun ini telah menunjukkan perubahan baik dari segi keuangan dan pola pikir konsumen utamanya di bidang industri pariwisata," tutur Ross.
UNWTO World Tourism Barometer membuktikan bahwa AS menjadi destinasi populer bagi wisatawan seluruh dunia selama 2 tahun terakhir. Sepanjang tahun 2012 ini memperoleh data sebesar 17 persen wisatawan yang datang ke sana. Nah, di tahun 2013 ini diprediksi akan meningkat sebesar 10 persen.
Ini dia peringkat 5 besar negara terboros:
1. Arab Saudi USD 6.666 (Rp 72.7 juta)
2. Australia USD 4.118 (Rp 44,9 juta)
3. China USD 3.679 (Rp 40,1 juta)
4. Brasil USD 2.844 (Rp 31 juta)
5. Afrika Selatan USD 2.779 (Rp 30,3 juta)
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
Provinsi Jawa Barat Mau Ganti Nama Jadi Sunda, Budayawan Cirebon Tanya Urgensinya Apa?
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung