Memberi oleh-oleh selalu didasari niat baik. Tapi ternyata, banyak orang Indonesia yang kurang puas dengan oleh-oleh yang mereka dapatkan dari kerabat atau teman yang pulang liburan. Hal ini dibuktikan oleh survei yang dilakukan situs perjalanan Skyscanner.
Survei ini dilakukan terhadap 1.000 traveler Indonesia sepanjang bulan Maret 2013. Hasilnya, 89% responden menyatakan pernah menerima oleh-oleh yang kurang mereka sukai. Mereka bahkan berharap tidak pernah mendapatkannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, 97% responden menyesal telah membeli barang-barang untuk mereka sendiri pada waktu liburan. Hal ini juga dipengaruhi oleh adanya toko-toko suvenir bebas pajak di bandara.
Dalam perjalanan pulang, mayoritas traveler Indonesia pun tidak bisa menahan keinginan untuk belanja barang-barang yang pada akhirnya akan menumpuk dalam lemari. Buktinya, 11% responden mengaku pernah membeli boneka yang akhirnya terlupakan setelah liburan.
"Membeli kenang-kenangan kadang bagai sebuah kewajiban, sehingga seringkali nilai fungsional dari cinderamata tak sebanding dengan nafsu ketika membelinya," tutur Manajer Pemasaran Skyscanner untuk Indonesia, Tika Larasati dalam rilis yang diterima detikTravel, Selasa (17/9/2013).
10% Responden mengatakan, oleh-oleh berupa makanan yang mereka dapatkan adalah menjijikkan. Sementara itu, 11% responden mengatakan tetap menyimpan oleh-oleh yang mereka terima. Tapi lebih dari 30% responden mengatakan, oleh-oleh yang mereka dapatkan pernah diberikan kepada orang lain.
(sst/sst)










































