Risiko Cedera Saat Arung Jeram yang Mesti Diwaspadai

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Travel Highlight Rafting

Risiko Cedera Saat Arung Jeram yang Mesti Diwaspadai

- detikTravel
Kamis, 19 Sep 2013 13:32 WIB
Risiko Cedera Saat Arung Jeram yang Mesti Diwaspadai
Rafting di Sungai Citarik, Sukabumi (Fahrian/detikTravel)
Jakarta - Menguji adrenalin dengan berarung jeram memang asyik. Tapi Anda juga harus berhati-hati. Salah-salah bukannya berakhir menyenangkan, rafting malah bisa membuat cedera.

Menurut pakar kedokteran olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, rafting adalah kegiatan yang membuat dada, punggung, bahu termasuk leher banyak bergerak. Namun, kaki tidak mengalami banyak pergerakan.

Beberapa cedera yang bisa dialami ketika rafting terjadi di bahu dan pinggang. Cedera ini bisa terjadi ketika rafting khususnya untuk para pemula.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cedera bahu, cedera pinggang karena banyak guncangan misalnya lompatan antara level air," tutur Michael kepada detikTravel, Selasa (17/9/2013).

Cedera ini akan semakin seriusa jika dialami oleh seseorang yang telah mengalami gangguan pinggang atau bahu sebelumnya. Oleh karena itu, pemilihan level rafting harus lebih selektif.

"Seseorang yang telah mengalami gangguan pinggang bisa jadi cedera serius. Oleh karena itu kita harus lebih selektif," tambah dokter di RS Mitra Kemayoran ini.

Tak hanya itu, traveler yang telah memiliki gangguan pada bagian tubuh tertentu juga diminta unutk memberitahu kepada instruktur. Hal ini karena tidak akan ada yang tahu dengan hal terjadi ketika berarung jeram.

"Bisa saja perahu terbalik," imbuhnya.

Menurut Michael, satu sampai tiga kali rafting untuk pemula, mungkin bisa menyebabkan cedera. Tumpukan asam laktat tidak tereliminasi dengan baik karena gerakan yang tidak biasa dilakukan. Namun untuk jangka panjang, rafting bisa membantu kesehatan seseorang karena badan terus bergerak.

"Dada, punggung, bahu termasuk leher banyak melakukan manuver yang kadang tak mudah, bahkan berat. Sehingga hal itu akan memaksa jantung berdenyut lebih keras. Bila terjadi pada jangka panjang saya percaya bisa meningkatkan derajat kesehatan seseorang," tuturnya.

Soal umur, tidak ada batasan untuk seseorang yang ingin melakukan rafting. Semua orang sehat boleh melakukan rafting.

"Kisaran umur tidak ada. Semua orang sehat bisa saja. Misalnya orang usia 50 tahun ke atas boleh saja. Tapi mulai dari level yang paling rendah baru setelah itu lanjut ke atas," tutup Michael.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads