Menurut pakar kedokteran olahraga, dr Michael Triangto, SpKO, rafting adalah kegiatan yang membuat dada, punggung, bahu termasuk leher banyak bergerak. Namun, kaki tidak mengalami banyak pergerakan.
Beberapa cedera yang bisa dialami ketika rafting terjadi di bahu dan pinggang. Cedera ini bisa terjadi ketika rafting khususnya untuk para pemula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cedera ini akan semakin seriusa jika dialami oleh seseorang yang telah mengalami gangguan pinggang atau bahu sebelumnya. Oleh karena itu, pemilihan level rafting harus lebih selektif.
"Seseorang yang telah mengalami gangguan pinggang bisa jadi cedera serius. Oleh karena itu kita harus lebih selektif," tambah dokter di RS Mitra Kemayoran ini.
Tak hanya itu, traveler yang telah memiliki gangguan pada bagian tubuh tertentu juga diminta unutk memberitahu kepada instruktur. Hal ini karena tidak akan ada yang tahu dengan hal terjadi ketika berarung jeram.
"Bisa saja perahu terbalik," imbuhnya.
Menurut Michael, satu sampai tiga kali rafting untuk pemula, mungkin bisa menyebabkan cedera. Tumpukan asam laktat tidak tereliminasi dengan baik karena gerakan yang tidak biasa dilakukan. Namun untuk jangka panjang, rafting bisa membantu kesehatan seseorang karena badan terus bergerak.
"Dada, punggung, bahu termasuk leher banyak melakukan manuver yang kadang tak mudah, bahkan berat. Sehingga hal itu akan memaksa jantung berdenyut lebih keras. Bila terjadi pada jangka panjang saya percaya bisa meningkatkan derajat kesehatan seseorang," tuturnya.
Soal umur, tidak ada batasan untuk seseorang yang ingin melakukan rafting. Semua orang sehat boleh melakukan rafting.
"Kisaran umur tidak ada. Semua orang sehat bisa saja. Misalnya orang usia 50 tahun ke atas boleh saja. Tapi mulai dari level yang paling rendah baru setelah itu lanjut ke atas," tutup Michael.
(/)











































Komentar Terbanyak
Potret Terkini Malaysia yang Selangkah Lagi Jadi Negara Maju
Ketika Perbedaan Bahasa Indonesia-Malaysia Mengundang Tawa
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030